Bagi siswa, pengalaman menghadapi pelanggan menjadi salah satu bagian penting dari pembelajaran.
Mereka bisa melihat langsung bahwa persoalan kendaraan di lapangan tidak selalu sama dengan contoh yang diberikan saat praktik di sekolah.
Muhammad Daffa, siswa kelas XII SMK Harapan Mulya, mengatakan keterlibatannya di Karya Speed membuat dirinya lebih memahami tantangan yang akan ia hadapi ketika masuk ke dunia kerja.
“Programnya benar-benar membantu saya memahami tantangan nyata yang dihadapi mekanik saat melayani konsumen, termasuk cara berkomunikasi. Masalah-masalah teknis di lapangan sangat beragam, tapi dengan bantuan guru pendamping kami dapat belajar dan mengatasinya,” ungkap Daffa.
Menurut dia, pengalaman tersebut juga meningkatkan kepercayaan dirinya. Ia tidak hanya memperoleh keterampilan memperbaiki kendaraan, tetapi juga belajar menghadapi konsumen dan menyelesaikan persoalan secara langsung.
Kepala Sekolah SMK Harapan Mulya Kendal, Rikha Imaniarti, S.Pd., mengatakan pihak sekolah mengembangkan sejumlah strategi untuk memperluas pasar dan meningkatkan layanan bengkel.
Salah satunya dengan mengirimkan proposal layanan servis kunjungan kepada perumahan, instansi hingga komunitas di wilayah Kendal.
“Kami menerapkan berbagai strategi salah satunya adalah mengirimkan proposal untuk melakukan servis kunjungan ke perumahan, instansi, dan event komunitas di sekitar wilayah Kendal,” ungkap Rikha.
Selain layanan servis kunjungan, Karya Speed juga menawarkan opsi pembayaran pay later bagi konsumen.
Bengkel tersebut juga membuka kemitraan dengan sejumlah pihak, mulai dari industri, perusahaan otomotif, perusahaan kurir e-commerce hingga perusahaan ekspedisi.
Digitalisasi turut menjadi bagian dari strategi pengembangan bengkel agar layanan dan pemasaran dapat menjangkau konsumen lebih luas.
150 Siswa Sudah Terlibat
Sejak program Enduro Home Service bergulir pada 2022, sebanyak 150 siswa SMK Harapan Mulya telah terlibat di dalamnya.
Program tersebut memberi kesempatan bagi siswa untuk merasakan langsung tantangan bagi mekanik ketika berhadapan dengan konsumen.
Para siswa juga memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan melalui Enduro Student Program (ESP).
Program tersebut memberikan pelatihan teknis, pendidikan karakter kewirausahaan serta pendampingan bisnis.





