Ekbis

Pegadaian Championship 2026/2027 Resmi Dimulai, Laga Perdana PSIS vs PSPS di Jatidiri

×

Pegadaian Championship 2026/2027 Resmi Dimulai, Laga Perdana PSIS vs PSPS di Jatidiri

Sebarkan artikel ini
Pegadaian Championship 2026/2027 Resmi Dimulai, Laga Perdana PSIS vs PSPS di Jatidiri
Pembukaan Pegadaian Championship 2026/2027 di Kota Semarang. (Steve Arie/beritajateng.tv)

Damar mengatakan setiap pertandingan maupun kegiatan yang menghadirkan banyak penonton dapat menjadi ruang bagi UMKM untuk berjualan dan meningkatkan omzet.

BACA JUGA: Jadwal Laga PSIS Semarang di Pegadaian Championship 2026/2027, Lengkap Putaran Pertama dan Kedua 

“Setiap pertandingan dan keramaian itu kami hadirkan para UMKM untuk bisa jualan, bisa hadir bergerak sehingga mereka bisa menambah penjualan. Kita ikutkan UMKM-UMKM sekitarnya,” ungkapnya.

Pegadaian juga menjalankan tiga program CSR dalam penyelenggaraan Championship. Program tersebut meliputi pembinaan sepak bola usia muda, gerakan memilah sampah dan menabung emas, serta penanaman mangrove.

Melalui program pilah sampah dan menabung emas, sampah botol plastik maupun kaleng yang terkumpul dalam setiap pertandingan akan masuk ke bank sampah. Sampah tersebut kemudian di konversikan menjadi tabungan emas bagi masyarakat yang terlibat.

Sementara program penanaman mangrove tetap berlanjut sebagai bagian dari komitmen terhadap lingkungan.

Di sisi lain, Direktur Utama I.League Ferry Paulus mengatakan penyelenggaraan Pegadaian Championship juga terus diarahkan untuk meningkatkan kualitas kompetisi.

Pada musim sebelumnya, I.League mulai menghadirkan Video Assistant Referee (VAR) di Championship sebagai bagian dari upaya meminimalkan kesalahan atau penyimpangan dalam pengambilan keputusan pertandingan.

“Pegadaian Championship tahun lalu kita menghadirkan VAR sebagai bentuk komitmen untuk meminimalkan deviasi terhadap keputusan-keputusan hasil pertandingan,” kata Ferry.

Untuk musim 2026/2027, I.League telah menyiapkan sejumlah pengembangan dan aktivasi baru. Namun, beberapa rencana masih menghadapi kendala terkait kesiapan stadion.

Meski demikian, Ferry menilai kondisi stadion secara umum mengalami banyak peningkatan dari musim sebelumnya.

Ia berharap berbagai kegiatan dan aktivasi yang hadir selama kompetisi dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Selain itu, Ferry menilai pembinaan pemain usia muda menjadi bagian penting dalam membangun masa depan sepak bola Indonesia.

Menurutnya, Indonesia memiliki banyak talenta muda yang berpotensi berkembang dan mengharumkan nama bangsa.

“Usia muda ini menjadi modal utama buat kita untuk bisa menciptakan pemain-pemain atau bibit-bibit muda di sepak bola Indonesia,” ujarnya. (*)