Jateng

Waiting List hingga Omzet Rp2 Juta Sehari, Bengkel Motor di Semarang Ketiban Rezeki Pasca Banjir

×

Waiting List hingga Omzet Rp2 Juta Sehari, Bengkel Motor di Semarang Ketiban Rezeki Pasca Banjir

Sebarkan artikel ini
Motor Banjir
Montir di Gendut Motor saat menyervis motor yang rusak akibat banjir. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Setelah terendam banjir beberapa waktu yang lalu, genangan air di sejumlah titik di Kota Semarang mulai surut, Selasa, 19 Maret 2024.

Bersamaan dengan surutnya air, warga pun mulai bergotong royong membersihkan rumahnya dari lumpur sisa banjir. Selain itu, surutnya banjir nyatanya membuat sejumlah bengkel motor “ketiban” rejeki.

Irfan Nur Kharisma, pemilik Gendut Motor yang beralamatkan di Jalan Kaligawe Raya Nomor 95, Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, mengatakan, usai banjir jumlah pelanggannya bisa mencapai 20 motor dalam sehari.

Bahkan, pelanggan kini ‘waiting list’ atau antre menunggu giliran motornya bisa diservis. Antrean bahkan bisa mencapai dua hari lamanya.

BACA JUGA: Pemkot Semarang Gerak Cepat Lakukan Penanganan Pasca Banjir

“Misal banjirnya 2 sampai 3 hari, nah hari keempat mulai banyak motor yang dibawa ke bengkel,” katanya saat beritajateng.tv temui.

Dalam sehari, Irfan bisa meraup omzet hingga Rp2 juta sampai Rp3 juta. Pasalnya, untuk memperbaiki motor rusak akibat banjir, ia mematok harga berkisar Rp50 ribu sampai Rp150 ribu.

Ia menuturkan, permasalahan yang kerap menimpa motor pelanggan usai banjir hampir serupa satu sama lainnya. Seperti ganti busi, ganti oli, ganti filter udara, hingga kelistrikan motor konsleting.

“Tahun ini banjirnya lebih tinggi, lebih parah, kebanyakan motor yang kena itu kelistrikannya karena listrik di bawah semua, pengerjaan bisa 2 hari,” tambahnya.

Saat banjir motor matic lebih rawan rusak daripada motor bebek

Irfan menuturkan, kebanyakan motor rusak yang masuk ke bengkelnya terdiri dari dua alasan. Yakni, nekat menerobos banjir atau tak sempat menyelematakan ke dataran tinggi.

Keduanya memiliki tingkat kerusakan yang berbeda tergantung ketinggian air dan merusak komponen apa. Namun yang pasti, kata Irfan, penanganan motor matic cenderung lebih rumit.

“Kalau dari sisi otomotif ya solusi terbaik cuma hindari banjir, nggak ada solusi lain. Kalau terlanjur kena jangan hidupin, langsung bawa ke bengkel,” sarannya.

BACA JUGA: Video Tergenang Banjir, BMKG Fokuskan Modifikasi Cuaca di Jateng