Jateng

Pemerintah Janji Beli Seluruh Hasil Panen Tak Terserap, Bulog: Jangan Sampai Petani Dapat Harga Tak Layak

×

Pemerintah Janji Beli Seluruh Hasil Panen Tak Terserap, Bulog: Jangan Sampai Petani Dapat Harga Tak Layak

Sebarkan artikel ini
Kepala Perum Bulog Regional Jateng-DIY, Sopran Kennedy
Kepala Perum Bulog Regional Jateng-DIY, Sopran Kennedy, saat dijumpai di kantornya, Rabu, 8 Januari 2024. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kepala Perum Bulog Regional Jateng-DIY, Sopran Kennedy, menanggapi janji Presiden RI Prabowo Subianto yang akan membeli hasil panen petani yang tak terserap, termasuk gabah.

Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, menyebut Pemerintah RI akan membeli seluruh hasil pertanian, meliputi gabah dan jagung, dari petani yang terserap oleh pasar.

Janji itu, Zulhas sebut, merupakan arahan dari Prabowo Subianto. Hal itu  Zulhas sampaikan saat menghadiri Rakor Terbatas Bidang Pangan Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung di Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Selasa, 31 Desember 2024 lalu.

Zulhas menyebut, Pemerintah RI melalui Bulog akan membeli hasil panen petani dalam bentuk beras. Adapun gabah dari petani di hargai Rp6,5 ribu per kilogramnya.

Kennedy pun turut merespons arahan pusat tersebut.

“Di dalam cadangan pemerintah itu kan ada rambu-rambunya ya, harga beli, HPP, harga jual barang ditetapkan dengan adanya HET. Artinya, selagi kebijakan atau Inpres ada syarat, kualitas, dan sebagainya, selagi bisa terpenuhi itu harus diserap,” ungkap Kennedy, Rabu, 8 Januari 2025.

BACA JUGA: Tahun 2025 Tak Lagi Impor Pangan, Bulog Jateng-DIY: Stok Beras 120 Ribu Ton Cukup 4 Bulan ke Depan

Jika hasil tani itu tak memenuhi syarat seperti harga di atas HPP, maka Kennedy menawarkan opsi penyerapan lainnya.

“Kalau tidak bisa di penuhi atau di atas HPP, kita harus bisa melihat dengan mekanisme penyerapan yang lain, misalnya lewat mekanisme komersil, pengalihan stok komersil jadi stok PSO. Bulog melakukan kesepakatan dengan petani produsen. Artinya, harga di atas HPP, petani sejahtera kok, dia mendapatkan harga yang lebih tinggi ketimbang HPP,” tegas dia.

Pihaknya menegaskan, HPP harus terus terjaga. Jangan sampai, kata dia, petani mendapat harga jual yang tak layak.

“Prinsipnya, HPP itu dijaga, jangan sampai petani gak menerima harga jual yang layak, biar mereka semangat buat produksi,” sambung dia.

Prabowo arahkan swasembada pangan, Bulog Jateng-DIY dukung penuh

Tak hanya imbauan untuk menyerap seluruh hasil panen petani, Prabowo juga mengarahkan setiap daerah, tak terkecuali Jawa Tengah, untuk swasembada pangan.

Hal itu juga mendapat dukungan dari Bulog Jateng-DIY.

“Saya kira kita harus support penuh, jadi kalau diterima dari hasil produksi dalam negeri mungkin akan mendekati preferensi konsumen masyarakat kita. Daerah-daerah yang senengnya beras pulen ya sesuai seperti Jawa. Daerah yang senanganya beras lebih pera seperti Sumatera, Kalimantan, mungkin agak lebih cocok konsumsi nasi di sana,” ucap dia.

BACA JUGA: HBP Beras Naik Rp1.000 per Kg Imbas Fleksibilitas, Bulog Jateng-DIY Khawatir Tengkulak yang Untung

Meskipun di tengah larangan impor pangan tahun 2025, Kennedy meyakini Jawa Tengah mampu untuk memenuhi kebutuhan beras tahun ini.

“Saya rasa bisa ya, karena kalau dari kalkulasinya harusnya surplus ya. Secara prinsip, kalau liat kalkulasi rencana produksi 8,8 juta ton itu masih mampu memenuhi kebutuhan di Jateng,” pungkas dia. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp