SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berkomitmen meningkatkan kesehatan masyarakat dengan mengalokasikan anggaran yang signifikan untuk program Universal Health Coverage (UHC) di tahun 2025, sebanyak Rp79 miliar.
Anggaran UHC ini untuk memberikan jaminan kesehatan kepada sekitar 150 ribu warga di Kota Semarang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam, menyatakan bahwa dana UHC sebesar Rp79 miliar akan membantu menutupi biaya kesehatan masyarakat.
BACA JUGA: Semarang Jadi Kota Tertinggi Capaian UHC
Selain itu, program jaminan kesehatan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga akan memberikan perlindungan bagi mereka yang bekerja di sektor swasta. Di mana perusahaan telah mengikutsertakan karyawan dalam program jaminan kesehatan.
“Dengan adanya UHC, mayoritas masyarakat di Kota Semarang telah tercakup dalam kepesertaan jaminan kesehatan. Anggaran Rp79 miliar sudah siap untuk Pemkot gunakan,” ujar Hakam.
Ia menambahkan, jika ada pendapatan APBD lebih, pihaknya siap menambah kuota peserta yang membutuhkan layanan kesehatan.
Warga yang sudah terdaftar dalam program UHC pada tahun 2024 akan tetap dilayani pada tahun 2025. Hakam menekankan bahwa meskipun anggaran UHC sudah cukup besar, kebermanfaatannya bagi masyarakat adalah yang terpenting.
Namun, ia juga mencatat bahwa beberapa fasilitas kesehatan (faskes) telah memberikan layanan namun mengalami penundaan dalam klaim kepada BPJS Kesehatan.
“Banyak faskes pada 2024 yang telah memberikan layanan tetapi klaim mereka masih tertunda, dan jumlahnya cukup signifikan, ada yang mencapai Rp1 miliar. Hal ini perlu menjadi perhatian pemerintah dan BPJS Kesehatan,” jelasnya.
Pemerintah daerah telah menjadikan alokasi UHC sebagai prioritas untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang baik. Meskipun UHC menjadi fokus utama, Pemkot tetap berupaya untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan sejahtera.
Dengan langkah ini, lanjut Hakam, harapannya masyarakat Kota Semarang dapat merasakan manfaat dari program UHC dan terhindar dari kesulitan akses kesehatan. (*)
Editor: Elly Amaliyah





