SEMARANG, beritajateng.tv – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Tengah (Jateng) mengkritik kebiasaan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang sering menyalahkan cuaca ekstrem sebagai penyebab banjir.
Tak hanya cuaca ekstrem, Walhi juga menyoroti Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita yang hanya menyalahkan kinerja pompa.
“Sampai saat ini, Pemkot Semarang belum terlalu serius menangani banjir. Pemerintah Kota masih menyalahkan tidak maksimalnya pompa sebagai penyebab banjir,” kata Manager Advokasi dan Kampanye Walhi Jateng, Iqbal Alma saat diskusi lingkungan di Taman Budaya Raden Saleh, Sabtu, 20 April 2024.
Iqbal menilai, Pemkot Semarang selama ini salah dalam merumuskan solusi banjir. Alih-alih curah hujan tinggi dan pompa, ada faktor penyebab banjir lainnya yang lebih kompleks.
Pemkot sudah seharusnya melihat persoalan banjir menahun dari akar masalahnya. Bukan sekadar dari permukaannya saja.
Salah satunya, lanjut Iqbal, adalah perubahan wilayah hulu di Kota Semarang yang luput dari perhatian pemerintah.
“Sampai sekarang Pemkot tidak pernah memunculkan bahwa perubahan hulu di Sekarang itu menjadi satu masalah. Padahal itu yang seharusnya menjadi akar masalahnya,” sambungnya.
Pemkot mengejar investasi, mengabaikan lingkungan alam
Lebih jelas, Iqbal menyoroti langkah Pemkot Semarang yang lebih mengutamakan investasi yang masuk. Di sisi lain, pemkot masih abai dengan bencana yang timbul setelahnya.
“Mengejar investasi masuk di Kota Semarang, makanya yang diramaikan adalah bagaimana tata ruang ramah investasi, tapi bencana ini tidak dilihat secara serius oleh pemkot,” ucap Iqbal.
Iqbal menuturkan, Pemkot Semarang masih belum bisa melihat solusi banjir dengam benar. Ia bahkan menggambarkan penyelesaian banjir di Kota Semarang dengan ‘sakitnya apa obatnya apa’.
BACA JUGA: Soal Debat Cawapres Tema Lingkungan, Walhi Jateng: Banyak Gimik





