SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) Tahun 2024 kepada warga kurang mampu dan buruh rokok.
Penyerahan bantuan langsung tunai DBHCHT berlangsung di Kantor Kecamatan Gajahmungkur, Semarang, Rabu 11 September 2024.
Pemkot Semarang mengapresiasi pengusaha maupun produsen rokok yang selama ini telah tertib membayar pajak rokok/cukai. Sehingga manfaatnya dapat masyarakat rasakan.
“Hari ini ada sosialisasi atau FGD terkait DBHCHT dan Semarang Berbagi. Meliputi penerima manfaat dari Kecamatan Banyumanik, Gajahmungkur, Tembalang, dan Candisari,” ujar Mbak Ita, sapaan akrabnya.
Menurut dia, hal ini menjadi wujud kepedulian dengan berbagi bersama seluruh komponen perusahaan dan Pemerintah Kota Semarang.
“Nilainya mungkin tidak seberapa, tapi kalau di bagi ini menjadi berkah,” ujarnya.
Penyaluran BLT DBHCHT
Pada tahun 2024 ini Dinas Sosial Kota Semarang telah menyalurkan BLT DBHCHT tahap I kepada sejumlah 1.760 buruh rokok penerima dan tahap II sejumlah 1.732 buruh rokok penerima.
Tujuannya untuk membantu meringankan kebutuhan hidup penerima manfaat. Mbak Ita, sapaan akrab walikota Semarang juga berpesan agar warga terus menerapkan urban farming sebagai upaya pengendalian inflasi.
“Tentunya kegiatan ini sangat membantu masyarakat, di mana pada saat sekarang ini kondisi ekonomi sedang mengalami fluktuasi. Terkait dengan ketersediaan bahan pokok dan harga-harganya. Tapi Alhamdulillah di Kota Semarang inflasi tetap terjaga dan menjadi yang terbaik di antara kota-kota besar. Tentu harapannya akan terus-menerus terjaga,” kata Mbak Ita.
Pada kesempatan yang sama ada Semarang Berbagi yang merupakan kegiatan berbagi sembako berbasis pemberdayaan masyarakat.
Kecamatan Gajahmungkur untuk Kuota Sembako PPKS di kota Semarang Berbagi periode 2 mendapatkan 655 paket sembako untuk delapan kelurahan. Sebanyak 75 paket sembako di bagikan secara simbolis di tiga kelurahan yaitu Gajahmungkur, Lempongsari, dan Gebangsari.
“Kita tahu di Kota Semarang ini tidak bisa semua bahan baku ada ketersediaannya bisa di support oleh daerah sendiri. Kita sudah harus mulai melakukan kerja sama antar daerah dan juga mengoptimalkan lahan-lahan yang ada sehingga bisa terjaga perekonomian,” imbuhnya.
Terlebih, dengan adanya Semarang Berbagi ini kota Semarang perekonomiannya akan lebih baik, inflasi terjaga dan dan tentu masyarakat akan sejahtera.
“Ini juga merupakan program pemerintah untuk meringankan kebutuhan panjenengan. Semoga bapak ibu penerima-penerima ini bisa memanfaatkan dengan baik,” ucapnya.
Mbak Ita berharap sinergi dengan perusahaan-perusahaan bisa terus terjalin demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Pemkot Semarang tidak bisa berdiri sendiri, harus melibatkan semua stakeholder termasuk TNI-Polri juga,” tandasnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





