Pendidikan

Pendiri MathCityMap asal Universitas Goethe Frankfurt Jerman Sambangi SMPN 7 Semarang, jadi Sekolah Mitra Pertama di Asia

×

Pendiri MathCityMap asal Universitas Goethe Frankfurt Jerman Sambangi SMPN 7 Semarang, jadi Sekolah Mitra Pertama di Asia

Sebarkan artikel ini
Pendiri MathCityMap, Prof. Matthias Ludwig, dari Goethe University Frankfurt am Main, Jerman, saat berkunjung ke SMPN 7 Semarang, belum lama ini. (Foto: Dok. SMPN 7 Semarang)
Pendiri MathCityMap, Prof. Matthias Ludwig, dari Goethe University Frankfurt am Main, Jerman, saat berkunjung ke SMPN 7 Semarang, belum lama ini. (Foto: Dok. SMPN 7 Semarang)

SEMARANG, beritajateng.tv – SMP Negeri 7 Semarang menjadi sekolah mitra pertama MathCityMap di Asia. Penetapan tersebut tertanda dengan kunjungan langsung pendiri MathCityMap, Prof. Matthias Ludwig, dari Institute for Didactics of Mathematics and Computer Science (IDMI), Universitas Goethe Frankfurt Jerman, beberapa waktu lalu.

Guru Matematika SMPN 7 Semarang, Bavo Manon Nugroho, mengatakan, kerja sama dengan MathCityMap telah berjalan sejak 2014. Saat itu, SMPN 7 Semarang menjadi salah satu dari 10 sekolah mitra untuk mengembangkan penggunaan platform pembelajaran matematika berbasis lingkungan tersebut.

Bavo mengatakan, dia telah menjadi satu pengguna MathCityMap sejak awal pengembangannya di Indonesia. Selama lebih dari satu dekade, dia aktif membuat berbagai trail atau rute pembelajaran yang mengajak siswa menyelesaikan soal matematika secara langsung di lokasi tertentu.

“Setelah kerja sama sejak 2014, sekolah tentunya sangat bangga. Tidak menyangka sekolah kami terpilih sebagai mitra. Apalagi yang datang langsung Prof. Matthias,” katanya saat beritajateng.tv temui di sekolah pada Jumat, 23 Oktober 2026.

BACA JUGA: Belajar Matematika Tak Lagi di Kelas, Guru SDN Pendrikan Lor 01 Ubah Kampung Jadi “Laboratorium” Geometri

Menurut Bavo, salah satu pertimbangan yang kemungkinan mendukung penetapan SMPN 7 Semarang sebagai sekolah mitra yakni konsistensi penggunaan platform dan pemanfaatan trail yang telah dibuat. Dia mengungkapkan sejumlah rute buatannya telah diunduh lebih dari 200 kali.

Ke depan, kerja sama tersebut diharapkan memperkuat komunikasi antara SMPN 7 Semarang dan pengembang MathCityMap di Jerman. Sekolah juga berpeluang memperoleh informasi lebih lanjut mengenai pembaruan aplikasi dan pengembangan metode pembelajaran.

Bavo menilai status sebagai sekolah mitra memberikan pengakuan terhadap upaya guru dalam mengembangkan pembelajaran matematika yang lebih kontekstual.

“Sebagai guru Matematika yang menggunakan aplikasi ini, saya merasa bangga dan semakin percaya diri karena legitimasinya jelas, langsung dari pemiliknya dan profesor dari perguruan tinggi terkenal,” katanya.

Platform Pembelajaran Matematika dengan Eksplorasi Lingkungan

Sebagai informasi, MathCityMap merupakan platform pembelajaran yang menggabungkan matematika dengan eksplorasi lingkungan.

Melalui aplikasi tersebut, siswa harus mendatangi lokasi yang telah jadi tempat. Pembelajaran harus mengamati objek, mengumpulkan data, kemudian menyelesaikan persoalan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Bavo mencontohkan, siswa dapat menghitung luas area tertentu di kawasan Tugu Muda Semarang. Untuk menjawab soal tersebut, mereka perlu datang ke lokasi dan melakukan pengamatan atau pengukuran secara langsung.

BACA JUGA: Matematika Gak Susah Lagi! Intip Cara Mudah Mahasiswa Unnes Hadirkan Media Belajar Ramah Disabilitas

Di SMPN 7 Semarang, MathCityMap guru matematika gunakan untuk membuat pembelajaran lebih interaktif. Bavo juga memanfaatkannya dalam kegiatan sekolah di luar pembelajaran reguler, termasuk kegiatan kepramukaan dan peringatan hari besar.

Menurut Bavo, penggunaan MathCityMap tidak terbatas pada mata pelajaran Matematika. Platform ini juga dapat berkembang untuk pembelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPS, hingga IPA melalui penyesuaian bentuk pertanyaan dengan materi yang lain yang jadi pembelajaran.

“Intinya, MathCityMap itu untuk mengatur perjalanan. Untuk tugas atau pertanyaannya, bisa sesuaikan dengan mata pelajaran masing-masing,” katanya.

Pengembangan MathCityMap Meluas

Pengembangan MathCityMap di Semarang juga meluas melalui kompetisi antar sekolah yang mulai rintisannya sejak 2021 bersama rekan-rekan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

Pada pelaksanaan awal, kata Bavo, kompetisi tersebut menargetkan 15 sekolah,  dan ada 39 sekolah yang ikut. Jumlah peserta kemudian berkembang hingga ratusan sekolah pada penyelenggaraan berikutnya.

Bavo mengatakan, telah membuat sekitar 15–16 trail MathCityMap. Sebagian rute pembuatannya secara privat untuk siswa gunakan di sekolahnya.

BACA JUGA: Cara Ikut Simulasi Online TKA SMP 2026, Berikut Materi Matematika dan Bahasa Indonesia

Sedangkan rute lain ada publikasi agar dapat bermanfaat untuk masyarakat umum, guru, maupun keluarga yang ingin belajar melalui eksplorasi lokasi.

Selain menjadi pengguna, Bavo juga berperan sebagai reviewer yang menilai kualitas soal sebelum dipublikasikan di platform MathCityMap.

Saat ini, kata dia, jumlah reviewer di Indonesia masih terbatas. Keterlibatannya turut mendukung pengembangan materi pembelajaran berbasis lingkungan. (*)

Editor: Diaz A Abidin

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp