Jateng

Belajar Matematika Tak Lagi di Kelas, Guru SDN Pendrikan Lor 01 Ubah Kampung Jadi “Laboratorium” Geometri

×

Belajar Matematika Tak Lagi di Kelas, Guru SDN Pendrikan Lor 01 Ubah Kampung Jadi “Laboratorium” Geometri

Sebarkan artikel ini
Matematika Kelas
Windy Setyorini, S.Pd. saat menunjukkan Kampung Mural Wayang dan Kampung Fotografi sebagai laboratorium belajar di SDN Pendrikan Lor 01 Semarang. (Foto: Dok. Pribadi)

SEMARANG, beritajateng.tv – Cara belajar matematika yang identik dengan angka dan rumus di buku kini mulai ditinggalkan. Di SD Negeri Pendrikan Lor 01 Semarang, pembelajaran matematika justru dibawa keluar kelas, menyatu dengan lingkungan sekitar siswa.

Windy Setyorini, salah satu guru yang memperkenalkan metode EVI Map (Etnoscience Village Map) untuk mengajarkan konsep geometri. Melalui pendekatan ini, siswa diajak menjelajah Kampung Mural Wayang dan Kampung Fotografi sebagai “laboratorium” belajar.

Dalam praktiknya, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mengaplikasikan konsep matematika di lapangan.

“Melalui pembelajaran EVI Map, peserta didik kami ajak belajar di luar kelas. Mereka menyusuri kampung, membawa meteran, buku misi, dan peta seperti berburu harta karun,” ujar Windy saat beritajateng.tv temui baru-baru ini.

BACA JUGA: Dari Peternakan Imajiner hingga Coding, Terobosan Keren Guru SDN Pendrikan Lor 01 Bikin Siswa Ketagihan Belajar

Sebelum menerapkan metode tersebut, Windy mengikuti pelatihan bersama 30 guru dari empat kecamatan di Kota Semarang. Dalam pelatihan itu, para guru beroleh pembekalan cara menyusun peta pembelajaran berbasis potensi lokal, mulai dari penentuan tema hingga evaluasi.

“Inovasi ini kemudian tularkan ke guru-guru di empat kecamatan, termasuk Semarang Tengah, dengan output 30 buku pembelajaran,” jelasnya.

Windy kemudian mengadaptasi metode tersebut dengan memanfaatkan dua kampung tematik di sekitar sekolahnya. Kampung Mural Wayang dipilih karena memiliki dinding panjang penuh gambar wayang, sementara Kampung Fotografi menawarkan berbagai bentuk bangunan unik yang kaya unsur geometri.

“Di kampung mural ada tembok-tembok wayang yang panjang, di kampung fotografi ada spot berbentuk kamera dan bangunan unik. Ini sangat cocok untuk materi keliling dan luas bangun datar,” tuturnya.

Petualangan Matematika di Luar Kelas

Pembelajaran dirancang seperti petualangan. Siswa terbagi menjadi beberapa kelompok dan harus menyelesaikan tantangan di tiga pos berbeda. Mereka mesti mengukur panjang dan lebar objek, menghitung luas, hingga mengaitkannya dengan kebutuhan nyata, seperti menghitung jumlah kebutuhan cat.