BLORA, beritajateng.tv – Puluhan personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Blora melakukan penertiban lapak para pedagang kaki lima (PKL) yang melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Ketertiban Umum.
Penertiban ini berlangsung di lokasi eks Pasar Blora dan melibatkan 14 personel.
Dalam aksi ini, petugas mengangkut sejumlah lapak yang para pedagang tinggalkan, yang tidak berada di lokasi saat penertiban berlangsung.
BACA JUGA: Imbas Harga Melonjak, Transaksi Cicil Emas di Pegadaian Blora Turut Meningkat Tajam
Menurut Yugo Wahyudi, Kepala Bidang Ketertiban Umum, Ketentraman, dan Perlindungan Masyarakat (Tibum) Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blora, para pedagang sebelumnya telah diberikan sosialisasi dan imbauan, namun tidak diindahkan.
“Penertiban ini bertujuan untuk menciptakan Kabupaten Blora yang bersih, aman, dan tertib. Kami ingin semua terlihat rapi,” terang Yugo, Rabu 16 April 2025.
BACA JUGA: Sempat Mandek, Program Makan Bergizi Gratis di Blora Kembali Berjalan
Ia menambahkan bahwa penertiban PKL akan berlangsung selama dua minggu. Mulai dari tanggal 14 hingga 26 April 2025.
Kawasan eks pasar lama Blora, adalah pusat kota, dekat Alun-alun sehingga dinomor satukan penertibanya. Dalam hal ini pihaknya juga bekerja sama dengan Dindagkop UKM Blora untuk melaksanakan penertiban dan sosialisasi kepada masyarakat, terutama kepada PKL yang ada di Kabupaten Blora.
Aksi penertiban ini harapannya dapat meningkatkan kesadaran para pedagang akan pentingnya mematuhi peraturan daerah demi kenyamanan dan ketertiban bersama. (*)
Editor: Farah Nazila





