SEMARANG, beritajateng.tv – Pihak keluarga Sutrimo, sosok yang disebut-sebut sebagai kepala rumah tangga (karumga) eks Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah, mulai mempertanyakan sejumlah hal usai kematian Sutrimo di Jakarta.
Pengacara keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, mengatakan, awalnya keluarga tidak menaruh kecurigaan terhadap kematian Sutrimo. Saat jenazah Sutrimo tiba di Banyumas, keluarga mendapat informasi Sutrimo meninggal karena sakit.
“Pertama, memang pada saat mereka terima mayat, mayat sudah terkafankan, sudah bersih, dan tidak ada yang mencurigakan. Katanya meninggal karena sakit gula, gulanya sampai 600,” ujar Aan saat beritajateng.tv hubungi via WhatsApp Call, Senin, 10 Agustus 2026 sore.
Jenazah Sutrimo kemudian langsung keluarga makamkan pada Kamis, 23 Juli 2026 malam di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
“Jadi langsung dikuburkan di hari yang sama begitu. Maka datang jam 10 malam itu ya langsung di kubur,” tutur Aan.
BACA JUGA: Jelang Momentum Perayaan 17 Agustus, Pasutri Gen Z di Kota Semarang Giat Jajakan Bendera Merah Putih
Namun, menurut Aan, keluarga kemudian mulai mempertanyakan barang pribadi milik Sutrimo yang tidak kunjung ada pengembalian. Barang tersebut di antaranya ponsel dan dompet.
Aan mengatakan, saat pengantaran jenazah ke Banyumas, keluarga mendapat informasi barang-barang pribadi Sutrimo akan di kirimkan keesokan harinya.
“Ada empat orang yang nganter, yang dua mengaku dari ambulan, yang dua dari kemanan. Katanya HP, dompet, dan lain-lain lainnya akan disusulkan, dikirimkan besok. Jadi pada saat itu tidak ada kecurigaan apapun,” imbuh Aan.
Namun, tutur Aan, orang yang mengantar jenazah Sutrimo tidak dapat pihak keluarga hubungi.
“Orang yang mengantar jenazah, yang HP-nya kemarin bisa terhubungi terus, ternyata mati [hp-nya]. Itu kan janggal,” aku Aan.
Kejanggalan lain muncul setelah keluarga mendapat informasi mengenai kondisi Sutrimo saat penemuan meninggal dunia. Aan mengatakan, keluarga baru mengetahui adanya informasi yang menyebut mulut dan hidung Sutrimo berbusa setelah mendapat informasi dari pihak luar.





