“Apatisme tentu ada kalau kemudian satu paslon gagal meyakinkan pemilih, partisipasinya bisa rendah. Seperti pengalaman di Makassar itu pernah menang kotak kosong,” ungkap dia.
Kendati begitu, Wahid melihat adanya kotak kosong pada Pilkada juga memiliki nilai positif.
BACA JUGA: KPU Jawa Tengah Terima Kekurangan Berkas Kedua Paslon Pilgub 2024, Umumkan Hasil 14 September
Dengan munculnya paslon tunggal, maka gesekan dan gejolak di masyarakat relatif terhindar, sehingga pelaksanaan Pilkada bisa berjalan aman dan damai.
“Gejolak relatif rendah dibanding 2 atau 3 calon, tapi negatif makin banyak, masyarakat tak ada pilihan, potensi rendahnya pemilih, banyak lah,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila




