Ekbis

Penjualan Properti Masih Menggeliat, Rumah Tipe Kecil Jadi Idaman

×

Penjualan Properti Masih Menggeliat, Rumah Tipe Kecil Jadi Idaman

Sebarkan artikel ini
Jateng Omah Expo 2024
Stan perumahan di Jateng Omah Expo yang digelar di Atrium Mal Ciputra Semarang. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Minat masyarakat di Kota Semarang untuk memiliki tempat tinggal ternyata masih tinggi. Terungkap hingga kuartal kedua tahun 2024, penjualan properti hunian menunjukkan tren positif.

“Penjualan properti sampai tengah tahun ini cukup bagus, cukup sesuai target dari yang kita rencanakan,” kata Ketua Forum Komunikasi Developer Jawa Tengah, Sugiyatno di sela menghadiri Jateng Omah Expo 2024 di Mal Ciputra Semarang, Rabu, 24 Juli 2024.

Ia mengungkapkan, penjualan properti rumah kecil dengan tipe 28 atau tipe 30 menjadi yang paling laris diburu oleh masyarakat saat ini. Pasalnya, satu rumah bersubsidi dengan ukuran tersebut dibanderol pada angka Rp166 juta saja.

BACA JUGA: 34 Ribu Warga Kendal Tak Mampu Punya Rumah, Bank Tanah Sediakan Lahan Hunian Murah, Ini Lokasi dan Harganya

Sehingga, dengan uang muka sebesar satu persen atau sekitar Rp1,6 juta, masyarakat sudah bisa memiliki rumah di Kota Semarang dan sekitarnya.

“Favoritnya tipe 28 atau 30 dengan dua kamar satu kamar mandi, belakang masih ada tanah kosong buat pengembangan. Cicilan per bulan hanya Rp1 jutaan, sangat murah karena rumah subsidi yang pemerintah subsidi,” sambungnya.

Lebih lanjut, Sugiyatno menuturkan jika kebutuhan properti nasional kian mengalami peningkatan. Terutama di Jawa Tengah dengan adanya kawasan industri.

Penjualan properti terdongkrak kebutuhan rumah yang tinggi

Oleh karenanya, dengan adanya kebutuhan yang besar, semestinya kuota rumah subsidi mengalami penambahan. Ia cukup menyayangkan adanya penurunan kuota rumah subsidi oleh pemerintah.

Yang mana kuota rumah subsidi tahun ini sangat terbatas daripada tahun 2023 lalu. Yaitu hanya 166 ribu unit secara nasional.

“Tahun lalu mencapai 220 ribu. Harapannya tahun ini bisa tambah lah, karena saya yakin bulan Juli ini sudah habis,” ujarnya.

BACA JUGA: DPD REI Jateng Gencarkan Pameran Properti, Optimis Daya Beli Membaik

Selain terkait penambahan kuota rumah subsidi, Sugiyanto juga menyampaikan stimulus pemerintah terkait percepatan perizinan. Menurutnya, perizinan rumah subsidi seringkali mengalami perubahan, terutama di daerah-daerah.

Padahal, pada daerah penyangga itulah kebutuhan masyarakat akan rumah terbilang cukup besar. Misalnya di Kabupaten Kendal yang berbatasan langsung dengan Kota Semarang.

Hingga bulan Juli ini saja, sebanyak 1.600 unit rumah telah terealisasikan di Kabupaten Kendal.

Hanya saja, angka tersebut memang mengalami penurunan daripada periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai 2.000 unit rumah.

“Makanya dengan adanya Jateng Omah Expo ini bisa mendorong untuk meningkatkan produksi terutama rumah-rumah subsidinya dan memberikan informasi kepada masyarakat bahwa ini wilayah yang menyediakan rumah bersubsidi,” tandasnya. (*)

Editor: Ricky Fitriyanto

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp