Hukum & Kriminal

Perampok Rumah Bos Sate Boyolali Ternyata Kalah Judol, Polisi: Main Slot-Togel, Bingung Bayar Utang

×

Perampok Rumah Bos Sate Boyolali Ternyata Kalah Judol, Polisi: Main Slot-Togel, Bingung Bayar Utang

Sebarkan artikel ini
Bos Sate Boyolali
Kapolres Boyolali, Indra Maulana Saputra, dalam konferensi pers di Gedung Borobudur Mapolda Jawa Tengah, Jumat, 6 Februari 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Judi online menjadi motif utama Agus (30) melakukan perampokan sadis di rumah bos sate kambing di Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali pada Kamis, 29 Januari 2026 lalu. Peristiwa itu menewaskan AO, anak dari D, istri bos sate kambing, istri pemilik usaha sate kambing.

Kapolres Boyolali, Indra Maulana Saputra, mengatakan Agus merupakan tetangga korban dan memiliki pekerjaan tetap sebagai teknisi di salah satu pabrik di Boyolali. Namun, kebiasaan buruk bermain judi online membuat pelaku terlilit utang dan terdesak secara ekonomi.

“Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 29 Januari 2026 sekitar pukul 15.30 WIB di Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali,” ujar Indra dalam konferensi pers di Gedung Borobudur Mapolda Jawa Tengah, Jumat, 6 Februari 2026.

BACA JUGA: Sidang Ijazah Palsu Ungkap Panggilan “Jack” Saat Jokowi KKN di Boyolali, Hersubeno: Zaman Itu Agak Aneh

Indra menjelaskan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah pelapor menerima informasi bahwa D mengalami penganiayaan.

Saat dicek ke lokasi, D ditemukan dalam kondisi luka berat di rumahnya. Sementara itu, putri korban berinisial AO yang berusia enam tahun ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

“Dari hasil pemeriksaan dan olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi serta alat bukti yang kami amankan, diketahui bahwa tersangka mendatangi rumah korban dengan berpura-pura hendak membayar utang,” jelas Indra.

Namun, sesampainya di rumah korban, Agus justru melakukan kekerasan terhadap D.

Motif Perampok Rumah Bos Sate Boyolali

Polisi menegaskan, motif utama kejahatan tersebut bukan semata-mata persoalan utang, melainkan tekanan ekonomi akibat kekalahan pelaku bermain judi online.

“Faktor utama yang menyebabkan tersangka melakukan tindak pidana ini adalah karena pada Kamis pagi yang bersangkutan kalah bermain judi online,” tegas Indra.

Ia menyebut, jenis judi online yang tersangka mainkan adalah judi slot dan togel. Akibat kebiasaan tersebut, pelaku memiliki banyak utang kepada sejumlah pihak, termasuk kepada korban.