Peringatan 100 Hari Iwan Budi Meninggal, Keluarga Masih Perjuangkan Keadilan

Peringatan 100 Hari Iwan Budi Meninggal. /Foto: Ellya.

Semarang, 6/12 (BeritaJateng.tv) – Kasus ASN Bapenda Kota Semarang Iwan Budi Paulus yang ditemukan tewas terbakar sejak Agustus 2022 lalu hingga kini belum terungkap.

Terbaru keluarga korban menggelar peringatan misa 100 hari berpulangnya Iwan Budi. Peringatan digelar secara katolik melalui misa di Gereja Katolik Santa Maria Fatima Banyumanik, Kota Semarang, pada Senin (5/12) malam.

Istri, empat anak, keluarga besar, teman hingga umat katolik gereja tersebut hadir dan beribadah secara khusyuk.

Pastor Gereja Banyumanik Semarang, Romo Florentinus Hartosubono Pr mengajak para jemaat untuk mendoakan almarhum Iwan Budi.

“Mari kita doakan Pak Iwan Budi agar berbahagia di Surga. Kenapa perlu berdoa? Karena doa mendatangkan berkah,” kata Romo Bono Pr.

Putri pertama Iwan Budi, Theresia Alvita Saraswati mengatakan 100 hari lalu ayah tercintanya meninggal. Meski begitu nilai kehidupan yang diajarkan sang ayah dan memori kebersamaan, masih tetap ada.

“Kami sekeluarga berusaha ikhlas menerima kenyataan ini,” kata Saras.

Dia meyakini proses pengungkapan kasus masih berjalan. Dia berharap kasus ini cepat terungkap.

“Kami masih memperjuangkan keadilan. Semoga mereka (pelaku-red) mendapat hukuman setimpal. Kami masih ingin kasus ini berlanjut dan diketahui siapa pelakunya,” harapnya.

Saras pun mendoakan ayahnya bahagia di Surga.

“Beristirahatlah di surga pah. Nikmatilah kedamaian di surga,” ucap Saras. (Ak/El)

Tinggalkan Balasan