SEMARANG, beritajateng.tv – Jelang peringatan Hari Pahlawan Nasional ke-78 pada 10 November mendatang, ratusan siswa sekolah dasar di Kota Semarang melaksanakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal, Kamis, 9 November 2023.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 175 siswa yang berasal dari SD Negeri Pekunden, SD Negeri Brumbungan, dan SD Negeri Pendrikan Lor 01 melakukan ziarah sekaligus tabur bunga ke makam-makam pahlawan.
Uniknya, beberapa siswa tampak berbeda lantaran menggunakan busana layaknya pahlawan. Ada yang berdandan seperti Soekarno, Bung Hatta, hingga Imam Bonjol.
Seperti halnya Dewi Ayudia dan Betari Anindita. Keduanya tampak anggun memerankan Fatmawati dan Nyi Ageng Serang.
BACA JUGA: Hari Pahlawan, KAI Berikan Diskon 25 Persen Tiket Kereta Api
“Seneng ikut ziarah ini, jadi lebih tahu tentang pahlawan, dan pengin mengenal pahlawan lebih jauh lagi,” ungkap keduanya kompak.
Kepala SD Negeri Pekunden, Abdul Khalik, mengatakan, kegiatan ziarah ini bertujuan untuk memupuk jiwa patriostime dan semangat juang siswa untuk lebih berprestasi. Apalagi, dalam momentum Hari Pahlawan Nasional ini siswa juga beroleh pelajaran tentang rasa syukur dan nasionalisme.
“Harapan kami adalah hari ini melalui Hari Pahlawan Nasional, anak-anak diajak langsung ke TMP Giri Tunggal untuk mengingat kembali jasa besar pahlawan. Sehingga anak-anak ‘mikul duwur pendem jero‘, kita semua yang akan melanjutkan estafet perjuangan para pahlawan,” ujar Khalik seusai kegiatan.
BACA JUGA: Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang, Ita Ajak Generasi Muda Teladani Sejarah
Ziarah makam pahlawan sebagai bentuk pembelajaran
Khalik menambahkan, kegiatan ini sekaligus sebagai pembelajaran dalam menguatkan keimanan dan ketakwaan siswa. Anak-anak diajari etika memasuki makam, tata cara berdoa kepada leluhur, hingga etika berziarah.
Adapun beberapa pahlawan yang mereka kunjungi antara lain makam dr. Kariadi, Achmad Roemani, dan Mgr Albertus Soegijapranata. Selain itu, anak-anak juga guru ajak berkunjung ke makam-makam pahlawan tanpa nama.
Di sisi lain, beberapa guru juga secara bergantian membacakan biografi dan cerita perjuangan dari pahlawan yang sebelumnya telah dikunjungi. Mulai dari lahir, perjuangan melawan penjajah, hingga tutup usia.
“Anak-anak juga dikenalkan ke makam-makam pahlawan yang nggak ada namanya karena wajahnya tidak bisa dikenali. Anak-anak kita kenalkan di sini sehingga anak-anak mengingat perjuangan para pahlawan akhrinya timbul rasa syukur arti pentingnya kemerdekaan Indonesia ini,” lanjutnya.
Sementara itu, Babinsa Kelurahan Pekunden, Yoggi Hidayat berkesempatan mendampingi mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, ziarah ke makam pahlawan dapat menumbuhkan karakter anak-anak terkait semangat juang.
“Dengan membacakan biografi dan cerita tentang pahlawan, anak-anak dapat menjadi karakter semangat juang seperti pahlawan, sehingga dapat membenahi generasi yang lebih baik lagi,” ungkapnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





