Jateng

Peringati Sumpah Pemuda, Wali Kota Agustina Apresiasi Sosok Kepahlawan Wong Semarang

×

Peringati Sumpah Pemuda, Wali Kota Agustina Apresiasi Sosok Kepahlawan Wong Semarang

Sebarkan artikel ini
Peringati Sumpah Pemuda, Wali Kota Agustina Sosok Kepahlawan Wong Semarang
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti memimpin upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Balai Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

Menurut Agustina, pengalaman itu perlu generasi muda ketahui agar mereka memahami bahwa pengabdian tidak selalu  terlaksana oleh orang-orang yang tampil di depan publik. Ada pula pekerja yang menjalankan tugas berisiko dan jarang mendapat sorotan.

Ia mengaku bersyukur kedua operator tersebut tidak mengalami gangguan kesehatan serius setelah membantu proses pemadaman. Agustina berharap kondisi mereka terus membaik setelah mendapatkan penanganan yang di perlukan.

“Kadang mereka tidak tahu bahwa ada orang yang sudah puluhan tahun mengabdi menjadi PNS. Kemudian ada cerita seseorang yang sudah pensiun, tetapi karena belum ada penggantinya, dia terus berani membantu memadamkan api,” kata dia.

Ingin Pemuda Ikut Menentukan Agenda Sumpah Pemuda

Agustina menilai, generasi muda Semarang memiliki karakter yang beragam. Sebagian aktif menyampaikan pendapat dan mengkritisi kebijakan, sementara sebagian lainnya bekerja dalam diam melalui kegiatan sosial, literasi, maupun bidang olahraga.

Ia justru memandang perbedaan cara berekspresi tersebut sebagai hal positif. Pemerintah, menurutnya, perlu membuka ruang dialog agar perbedaan pandangan antara generasi muda dan senior bisa menghasilkan jalan tengah.

“Pemuda di Kota Semarang ini gercep. Kadang kami berselisih paham dalam mendefinisikan sesuatu. Tetapi setelah berdiskusi dan berbincang, kami bisa mencari jalan tengah. Kadang kami yang tua mengalah, kadang mereka yang muda mengalah,” ujarnya.

Agustina juga menyoroti anak muda yang berkontribusi tanpa mencari perhatian. Salah satunya mereka yang bergerak dalam pengembangan literasi, termasuk membantu memastikan perpustakaan dan koleksi buku dapat masyarakat manfaatkan.

Menurutnya, kontribusi anak muda tidak selalu diukur dari popularitas atau seberapa sering mereka muncul di media. Konsistensi menjalankan kegiatan yang bermanfaat juga menjadi bentuk pengabdian yang patut mendapatkan apresiasi.

Di bidang olahraga, Agustina mencontohkan atlet yang menghabiskan banyak waktu untuk berlatih demi meraih prestasi.

Ia menyebut keberhasilan atlet meraih medali pertama bagi Kota Semarang sebagai pencapaian yang layak mendapat penghargaan.