Namun, peringatan tahun ini juga di warnai kabar duka atas meninggalnya atlet pencak silat Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinata. Agustina menyampaikan belasungkawa atas kepergian atlet tersebut.
“Dan hari ini kita kehilangan seorang atlet. Ya, kami semua turut berduka cita,” katanya.
Menuju Satu Abad Sumpah Pemuda
Dia berharap peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kota Semarang pada tahun-tahun mendatang memberi ruang lebih besar bagi generasi muda. Terutama untuk menentukan bentuk kegiatan dan sosok yang layak di apresiasi.
Ia menginginkan pemuda tidak hanya menjadi peserta dalam agenda yang di susun pemerintah. Tetapi juga ikut merancang kegiatan dan merefleksikan makna Sumpah Pemuda sesuai tantangan zaman.
“Tahun depan harus diciptakan sendiri oleh pemuda. Siapa saja yang berjasa dan perlu di beri ucapan terima kasih? Itu yang harus mereka pikirkan,” ujarnya. (*)





