Gaya Hidup

Perkenalan Pertama Bukan Berdasarkan Penampilan, Uniknya Blind Date Cari Jodoh di Semarang

×

Perkenalan Pertama Bukan Berdasarkan Penampilan, Uniknya Blind Date Cari Jodoh di Semarang

Sebarkan artikel ini
Blind Date Semarang
Suasana saat kegiatan blind date di Chillout@Sky-lounge Grand Candi Hotel Semarang, Sabtu, 26 September 2026 malam. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Bagaimana rasanya berkenalan dengan calon pasangan tanpa mengetahui wajahnya terlebih dahulu? Pertanyaan itu bisa terjawab saat seseorang mencoba blind date atau kencan buta.

Antara menaruh harapan dan penasaran, 20 orang yang tidak saling kenal mencoba peruntungan baru dalam kisah baru. Mereka mengikuti Exclusive Blind Date di Grand Candi Hotel Semarang.

Suasana itu bertambah sendu dengan lampu temaram dengan pemandangan city light Kota Semarang. Terdapat 10 pasang orang asing yang duduk berhadapan untuk saling mengenal.

Ada satu hal yang membuat makan malam itu tak seperti kencan pada umumnya. Para peserta belum boleh melihat wajah orang yang duduk di hadapannya.

Konsep Perkenalan Bukan Berdasarkan Penampilan

Suasana perkenalan berbeda sejak awal. Peserta laki-laki dan perempuan terlebih dahulu berada pada tempat yang berbeda. Kemudian mereka mengenakan penutup mata sebelum bertemu dengan pasangan masing-masing.

Mereka datang tanpa mengetahui siapa yang akan duduk di hadapannya. Bahkan, nama maupun kontak calon pasangan juga belum mereka salinghketahui sebelum acara berlangsung.

BACA JUGA: Menjelajah Heritage Food Festival di Gang Warung Pecinan Semarang, Kuliner Lawas hingga Pernak-pernik jadi Buruan

Defa, PIC Semarang kenal.id yang menjadi penyelenggara acara tersebut, mengatakan konsep tersebut memang sengaja dibuat agar peserta tidak langsung menilai calon pasangan berdasarkan penampilan.

“Ketika ngobrol itu enggak langsung lihat fisik. Karena biasanya kalau kita ngobrol sama orang, lihat fisiknya dulu bisa membuat obrolan kita terpengaruh,” kata Defa.

Dengan mata tertutup, dua orang asing mulai saling memperkenalkan diri. Suara menjadi petunjuk pertama untuk mengenali sosok yang berada di hadapan mereka.

Pemilihan Pasangan Acak Berdasarkan Algoritma

Meski peserta tidak mengetahui siapa yang akan ditemuinya, pasangan dalam blind date tersebut bukan dipilih secara acak.

Sebelum acara, setiap pendaftar mengisi formulir di situs kenal.id. Data yang dikumpulkan mencakup usia, agama, jenis kelamin, minat, pekerjaan, dan sejumlah informasi lainnya.

Data tersebut kemudian diproses menggunakan sistem penilaian untuk melihat tingkat kecocokan antarpeserta.

“Dari 130 orang itu kita pilih 10 pasang atau 20 orang yang skor kecocokannya paling tinggi,” jelas Defa.

BACA JUGA: Mooncake Festival 2026 Jadi Titik Temu Tradisi, Kuliner dan Teknologi di Pecinan Semarang

Karena itu, tidak semua orang yang mendaftar otomatis mendapatkan pasangan dalam acara blind date.

Mayoritas peserta dalam kegiatan di Semarang kali ini berada pada rentang usia akhir 20-an hingga 30-an. Namun, Defa menyebut peserta kenal.id di kota lain memiliki rentang usia yang lebih luas, termasuk mereka yang berusia di atas 50 tahun.

Berkenalan Lewat Kartu hingga Makan Malam

Agar percakapan tidak terasa canggung, panitia menyediakan kartu berkenalan.

Kartu tersebut berisi sejumlah pertanyaan dan pernyataan yang dapat peserta gunakan untuk memancing obrolan lebih jauh.

Mulai dari pilihan kesukaan, ketertarikan, hingga pertanyaan sederhana tentang karakter masing-masing. Dari pertanyaan itu, peserta perlahan mencari kesamaan dengan orang yang baru ditemuinya.

Setelah sesi perkenalan, mereka melanjutkan kegiatan dengan makan malam sambil berbincang.

Tak Cuma Makan, Ada Permainan Pilihan

Rangkaian blind date tidak berhenti pada sesi perkenalan dan makan malam. Peserta juga mengikuti permainan yang rancangannya untuk membantu mereka mengenal karakter pasangan masing-masing.

Salah satunya permainan bernama “This or That”. Peserta berhadapan pada sejumlah pilihan mengenai tipe kencan yang lebih mereka sukai.

Misalnya, mereka harus memilih antara picnic date atau mall date. Pilihan tersebut kemudian menjadi bahan obrolan sekaligus cara sederhana untuk mengetahui preferensi orang yang baru mereka kenal.

Panitia juga memberikan hadiah bagi peserta dalam permainan tersebut sehingga suasana kencan terasa lebih santai dan tidak terlalu formal.

BACA JUGA: Mooncake Grand Candi Hotel, Tradisi Tahunan Meriahkan Momen Festival Musim Gugur

Defa mengatakan, di kota lain sudah ada peserta yang melanjutkan hubungan setelah bertemu melalui program tersebut.

“Kalau yang sampai lanjut setahu kami ada, Kak. Tapi enggak di Semarang, di kota lain,” ujarnya.

Setelah Excluive Blind Date, Grand Candi Hotel juga membuka peluang untuk melanjutkan kolaborasi dengan kenal.id melalui program Dinner with Strangers.

Marcom and Brand Manager Grand Candi Hotel, Azkar Rizal, mengatakan konsep tersebut menarik karena mempertemukan orang-orang yang sebelumnya tidak saling mengenal dalam satu ruang.

“Dengan konsep yang memang intimate dan kebetulan ada di lantai tertingginya Grand Candi Hotel dengan view 180 derajat menghadap city view dan city light Kota Semarang,” ujar Azkar.

“Dinner with Strangers lebih kepada pertemanan, persahabatan, koneksi, relasi dan lain sebagainya. Konsep yang cantik menurut kami,” katanya. (*)

Editor: Diaz A Abidin

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp