SEMARANG, beritajateng.tv – Semakin banyak kalangan perempuan di Kota Semarang yang melirik piercing atau tindik. Selain untuk identitas gender, tindik di telinga menjadi salah satu cara membuat penampilan lebih menarik.
Salah satu pemakainya ialah Cindy Juliana. Perempuan asal Pedurungan itu baru saja menambah tindik di telinga kirinya. Meski baru dua kali, Cindy telah merencanakan tindik-tindik berikutnya.
“Ini baru pertama kali nindik selain lubang anting pas kecil. Penasaran aja sih, karena keliatannya keren,” katanya kepada beritajateng.tv, Kamis, 13 Februari 2025.
BACA JUGA: Tak Lagi Bercitra Kriminal, Tato Kini Jadi Media Ekspresi dan Refleksi Diri, Ini Alasannya
Hal yang sama juga dilakukan oleh Clarisa. Perempuan berusia 24 tahun itu bahkan telah empat kali menindik di daun telinga.
Menurutnya, stigma tindik di masyarakat masih terbilang aman daripada tato permanen. Karena itu, ia memilih mengekspresikan diri dengan tindik.
“Jujur emang piercing itu agak nagih. Emang sakit, tapi pengin terus. Apalagi jadi keliatan tambah modis,” imbuhnya.
Jumlah perempuan pemakai piercing meningkat
Sementara itu, pemilik Sipatiti Ink and Piercing, Oktar Abriyanto, menuturkan jumlah perempuan yang memasang tindik memang mengalami peningkatan. Apalagi semenjak banyak influencer perempuan bertindik muncul di media sosial.
“Kalau tindik image-nya enggak seserem tato ya, masih aman aja. Banyak yang masang tindik padahal berjilbab juga,” ucapnya.
Sama halnya seperti tato, lanjut Oktar, pemakai tindik pernah mengalami masa-masa di mana mendapatkan stigma negatif. Dulunya, tindik erat dengan anak punk maupun anak jalanan.
Meski begitu, tindik kini semakin banyak penggemarnya. Bahkan, gerai-gerai perhiasan di pusat perbelanjaan pun juga menawarkan paket pemasangan tindik.
“Orang sekarang masang tindik enggak harus di studio, di mal bisa. Tapi memang harus diperhatikan, enggak boleh asal,” sambungnya.
Menurut Oktar, pemasangan paling sulit yaitu tindik yang berada di sekitar alis. Ia harus berhati-hati karena area sekitar alis banyak mengandung saraf-saraf.
Salah sedikit saja, yang mulanya tindik untuk gaya, apes-apes bisa menyebabkan kebutaan.
“Kalau perempuan kebanyakan tindik di telinga, karena paling sedikit rasa sakitnya,” imbuh Oktar.
Untuk pengerjaannya, pemasangan tindik terbilang cepat dan “satset”. Oktar akan membersihkan area telinga terlebih dahulu untuk memastikan kebersihannya.
Setelah itu, ia akan menusuk di bagian telinga yang sang klien inginkan dengan menggunakan jarum steril atau alat tindik.
Oktar sendiri membanderol tindik mulai dari Rp300 ribu. Harga tersebut sudah termasuk anting atau perhiasan serta pemasangannya.
“Mirip-mirip sama kayak tato, istirahat cukup, jangan nervous, abis itu rajin perawatan biar cepat kering dan tidak infeksi,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





