Jateng

Pinjol Bikin Catatan BI Checking Jelek, Apernas Jateng: Sangat Berdampak ke Pengajuan KPR Rumah

×

Pinjol Bikin Catatan BI Checking Jelek, Apernas Jateng: Sangat Berdampak ke Pengajuan KPR Rumah

Sebarkan artikel ini
BI Checking Rumah
Ketua DPW Asosiasi Pengembang Perumahan Nasional (Apernas) Provinsi Jawa Tengah, Eko Purwanto, saat dijumpai di Hotel Ciputra, Kota Semarang. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Proses pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR), baik subsidi maupun komersial, kini banyak terkendala catatan negatif dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan atau BI Checking.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPW Asosiasi Pengembang Perumahan Nasional (Apernas) Provinsi Jawa Tengah, Eko Purwanto.

Menurut Eko, kemudahan akses pinjaman online (pinjol) menjadi salah satu penyebab utama banyak konsumen terkendala selama proses BI Checking.

BACA JUGA: Bukan Kota Semarang, Rumah Subsidi Laris Manis Justru di Wilayah Penyangga: Kendal hingga Demak

“BI Checking jadi kendala yang sangat besar. Sekarang karena banyak pinjol, pinjaman yang mudah, itu kan sangat memengaruhi BI Checking itu sendiri. Banyak masyarakat yang terjebak di pinjol itu, jadi gagal bayar, karena saking mudahnya. Itu sangat memengaruhi pengajuan pinjaman,” tutur Eko.

Ia menyebut, masyarakat usia produktif 20-35 tahun menjadi kelompok yang paling banyak mengajukan KPR.

“Hampir merata, mereka yang mengambil pinjaman itu kan karrena kebutuhan banyak sekali. Jadi hampir merata, umur 20-35 yang banyak, usia produktif lah, karena mereka kan konsumtif,” tutur Eko.

Tak bisa ambil rumah subsidi karena catatan hitam di BI Checking

Eko menuturkan, catatan buruk dalam BI Checking juga memupus harapan konsumen untuk mendapatkan rumah subsidi dari pemerintah.

“Sangat menganggu, karena kan mereka tidak bisa mengambil rumah subdisi karena BI Checking sudah kena blacklist, jadinya macet,” terangnya.

Ia menyebut dari keseluruhan pengajuan KPR, jumlah yang disetujui dan ditolak seimbang.

“Sekarang perbandingannya 50:50. Yang lulus banyak, tapi yang kena tolak karena BI Checking juga banyak,” tambahnya.

BACA JUGA: Tahun 2025 16 Ribu Rumah Subsidi Ramah Lingkungan akan Berdiri di Jawa Tengah, Segini Harganya

Tak cuma BI Checking, Eko turut menyoroti penurunan daya beli masyarakat sebagai faktor lain yang berpengaruh pada penjualan rumah subsidi maupun komersil.

“Perekonomian nasional dan global masih terdampak. Semua segmen perumahan terimbas, mulai dari rumah subsidi hingga rumah komersial,” ujarnya.