SEMARANG, beritajateng.tv – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menemukan dugaan ada nya penggelembungan suara saat perhitungan rekapitulasi surat suara di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.
Hal tersebut kata Wakil Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Kota Semarang, Shodri pada Kamis 29 Februari 2024 di Kantor Fraksi PKB DPRD Kota Semarang.
“Jadi, semalam saya hadir di Kecamatan Tembalang. Di sana ada pleno untuk tabulasi tingkat kecamatan. Sempat di berhentikan karena ada ketidaksingkronan data yang di Sirekap dan data yang di fisik,” papar Shodri.
BACA JUGA: PKB Bocorkan Prediksi Nama Caleg Lolos ke DPRD Kota Semarang
Dugaannya, lanjut Shodri, ada unsur kesengajaan karena ada penggelembungan suara yang ia nilai tidak normatif yakni sekira 5.000 suara.
Itu terjadi merata di seluruh tempat pemungutan suara (TPS) se-Kecamatan Tembalang. Jumlah dugaan penggelembungan suara setiap TPS bervariatif mulai dari 15 hingga 20 suara.
Menurutnya, dugaan penggelembungan hampir terjadi di setiap TPS se-Kecamatan Tembalang. “Padahal TPSnya ada 513. Jadi, hampir rata setiap TPS ada penggelebungan suara,” kata dia.
PKB Kota Semarang Buka Suara
“Penggelembuangan di salah satu partai, saya tidak menyebutkan. Yang jelas kami akan mengoreksi penyelenggara pemilu. Karena bisa terjadi penggelembungan dan larinya suara dari yang semula suara tidak sah menjadi suara sah, tidak bertuan menjadi bertuan,” jelasnya.
Shodri melanjutkan, kejadian ini menjadi warning bagi penyelenggara pemilu di Kota Semarang. Dia tidak ingin Pemilu 2024 di ibu Kota Jawa Tengah ini dinodai oknum tidak bertanggung jawab.
Dia mengingatkan, ada konsekuensi hukum yang bisa diterapkan apabila dugaan ini benar.
“Sangat tidak logis di semua TPS. Ada penggelembungan suara mungkin kalau gelembungnya dua atau tiga TPS dan hanya berapa suara itu bisa kami maklumi. Sempat diskors dan di cek pencocokan data, ternyata memang betul terjadi penggelembungan,” ungkapnya.




