HeadlineJatengKesehatanNews Update

Pola Asuh, Pola Makan, dan Kebersihan yang Baik Kunci Atasi Stunting

×

Pola Asuh, Pola Makan, dan Kebersihan yang Baik Kunci Atasi Stunting

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto. (ricky fitriyanto/beritajateng.tv)

Dia mengingatkan, saat usia anak sudah diatas 2 tahun, kondisi stunting akan sulit diawasi. “Bagaimana jika anak sudah diatas dua tahun? Bisa (ditangani), tapi sulit, tidak seperti intervensi pada anak usia dua tahun ke bawah,” paparnya.

Siti mengatakan, stunting terjadi akibat praktik pengasuhan yang tak baik, serta kurang pengetahuan kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan. Fakta di lapangan menunjukkan, sekitar 60 persen anak usia 0-6 bulan tak mendapatkan ASI ekslusif, serta 2 dari 3 anak usia 0-24 bulan tak menerima makanan pengganti ASI.

“Penyebab lainnya adalah kurangnya akses ke makanan bergizi. Saat ini satu dari tiga ibu hamil mengalami anemia,” ujarnya.

Dikatakannya, prevalensi stunting pada balita di Kabupaten Semarang tahun 2017 – 2020 cenderung menurun. Sementara prevalensi stunting pada balita di Kabupaten Semarang tahun 2020-2021 justru mengalami peningkatan. Pada tahun 2021 masih ada 3.930 kasus balita dengan status sangat pendek dan pendek di Kabupaten Semarang.

Dinas Kesehatan sendiri melakukan berbagai upaya pencegahan stunting. Sasaran proritas pencegahan diarahkan pada remaja putri, ibu hamil, dan balita. Caranya dengan perbaikan gizi ibu hamil dan balita, pemberian tablet tambah darah pada remaja putri, hingga menyarankan ASI ekslusif untuk bayi. (adv)
editor: ricky fitriyanto

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp