BOYOLALI, beritajateng.tv – Pengemudi ojek online (ojol) menjadi salah satu kelompok yang paling banyak menghabiskan waktu di jalan raya. Mobilitas tinggi dan tuntutan mengejar pesanan membuat aspek keselamatan menjadi tantangan yang tidak bisa terabaikan.
Kondisi tersebut mendorong Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah memperkuat komunikasi langsung dengan komunitas ojol.
Pendekatan itu melalui kegiatan Polantas Karib bersama pengemudi ojol di Kabupaten Boyolali, Rabu, 2 September 2026.
Pertemuan berlangsung santai di Soto Hj. Fatimah, Jalan Pandanaran, Boyolali. Polisi tidak hanya menyampaikan imbauan, tetapi juga membuka ruang dialog dengan pengemudi yang setiap hari berhadapan langsung dengan situasi lalu lintas.
Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Maesa Soegriwo hadir dalam kegiatan tersebut bersama jajaran pejabat utama Ditlantas Polda Jateng.
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra, Kasat Lantas Polres Boyolali AKP Tri Afandi, serta jajaran personel Satlantas Polres Boyolali juga mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam dialog itu, polisi menyoroti pentingnya kesadaran dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Pengemudi ojol di ingatkan agar tidak menjadikan target perjalanan sebagai alasan untuk mengabaikan keselamatan.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Jangan sampai karena mengejar pesanan atau waktu, pengemudi justru mengambil risiko di jalan,” pesan jajaran kepolisian dalam dialog bersama komunitas ojol.
BACA JUGA: Polantas Karib Polda Jateng Rangkul Wartawan, Ojol dan Klub Motor, Edukasi Tertib Lalu Lintas Dikemas Lebih Humanis
Pengemudi ojol menghadapi risiko yang cukup kompleks selama bekerja. Mereka dapat berada di jalan selama berjam-jam dan harus menghadapi kepadatan kendaraan, perubahan cuaca, hingga kondisi jalan yang berbeda-beda.
Karena itu, kepatuhan terhadap rambu, marka dan aturan lalu lintas menjadi bagian penting dalam aktivitas mereka. Keselamatan tidak hanya berkaitan dengan pengemudi, tetapi juga penumpang dan pengguna jalan lain.
Ditlantas Polda Jateng memilih pendekatan komunikasi langsung melalui Polantas Karib. Cara tersebut harapannya membuat edukasi keselamatan tidak terasa sebagai ceramah satu arah.
Melalui dialog, polisi dapat mendengar langsung persoalan yang dhadapi pengemudi ojol. Sebaliknya, komunitas ojol mendapat kesempatan menyampaikan kondisi yang mereka temui selama bekerja di jalan.
Pendekatan ini juga mendorong pengemudi ojol ikut menjadi bagian dari upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas atau Kamseltibcarlantas.
Artinya, pengemudi ojol tidak hanya memposisikan diri sebagai pengguna jalan. Mereka juga dapat menjadi mitra kepolisian dalam membangun budaya tertib berlalu lintas.
Kegiatan tersebut juga di isi dengan aksi sosial. Polantas Polda Jateng membagikan paket sembako kepada komunitas ojol Boyolali.
Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian kepada para pengemudi yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas di jalan raya. Edukasi keselamatan pun di padukan dengan upaya memperkuat hubungan polisi dan masyarakat.
Polantas Karib juga menjadi bagian dari strategi kepolisian untuk mendekati kelompok masyarakat yang memiliki intensitas tinggi menggunakan kendaraan bermotor. (*)





