SEMARANG, beritajateng.tv – Antusiasme masyarakat terhadap Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP di Kota Semarang terlihat tinggi pada hari pertama pendaftaran, Senin, 22 Juni 2026.
Posko pengaduan Dinas Pendidikan Kota Semarang ramai oleh ratusan orang tua yang datang untuk berkonsultasi maupun menyelesaikan berbagai kendala administrasi pendaftaran.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan, mengatakan tingginya jumlah warga yang datang menunjukkan besarnya perhatian orang tua terhadap proses penerimaan siswa baru.
“Hari pertama memang biasanya ramai karena banyak orang tua ingin menyelesaikan pendaftaran anaknya sejak awal. Saya yakin sore nanti mulai berkurang dan besok tidak sebanyak hari ini,” kata Ahsan.
Menurutnya, tingginya kunjungan ke posko tidak mencerminkan adanya masalah besar dalam sistem.
Dari total sekitar 12.000 pendaftar yang tercatat pada hari pertama, ada sekitar 300 orang yang datang langsung ke kantor dinas pendidikan untuk mendapatkan pelayanan.
“Kalau pendaftar sudah mencapai 12.000 siswa dan yang datang ke posko sekitar 300 orang. Berarti sebagian besar masyarakat sudah bisa melakukan pendaftaran secara mandiri melalui sistem online,” ujarnya.
Ahsan menjelaskan, mayoritas warga yang datang ke posko bukan karena kendala administrasi umum. Melainkan karena data nominasi calon peserta didik belum masuk ke dalam sistem SPMB.
BACA JUGA: SPMB 2026: Belasan SD Negeri di Semarang Kekurangan Siswa, Ada yang Baru Dapat 9 Pendaftar
Kasus tersebut banyak calon siswa alami yang sebelumnya bersekolah di luar Kota Semarang. Sehingga data mereka tidak otomatis terintegrasi dalam sistem milik Dinas Pendidikan Kota Semarang.
“Yang paling banyak adalah siswa lulusan SD dari luar kota. Data mereka tidak ada di database kami sehingga harus datang ke posko untuk dilakukan penambahan nominasi sebelum bisa mendaftar,” jelasnya.
Selain itu, peserta yang mendaftar melalui jalur mutasi juga wajib melakukan verifikasi langsung karena proses tersebut tidak dapat sepenuhnya secara daring.
Pihaknya juga menemukan sejumlah kasus perubahan data keluarga yang belum terbaca dalam sistem. Salah satunya terkait perubahan status anak kandung yang masuk sebagai salah satu syarat pada jalur tertentu.
“Terdapat beberapa kasus data keluarga sudah berubah, tetapi belum terbaca di sistem karena perubahan dilakukan setelah proses pemadanan data dengan Dukcapil. Namun semuanya bisa terselesaikan di posko,” katanya.
Untuk mempercepat penyelesaian persoalan tersebut, Dinas Pendidikan menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Semarang yang membuka layanan di lokasi yang sama.
“Petugas Dukcapil kami siagakan di posko. Jadi ketika ada permasalahan data kependudukan, bisa langsung di verifikasi dan perbaikan di tempat, kemudian proses pendaftaran berlanjut,” ujar Ahsan.
Ia memastikan seluruh layanan di posko akan terus berjalan selama masa pendaftaran berlangsung guna membantu calon peserta didik yang mengalami kendala teknis maupun verifikasi data.
Dinas Pendidikan Kota Semarang juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan daring terlebih dahulu. Dan datang ke posko hanya jika mengalami kendala yang tidak dapat diselesaikan melalui sistem online. (*)





