Politik

Prabowo Sebut Belanda Dalang Peristiwa Madiun, Fadli Zon: Faktanya 1948 dan 1965 yang Berontak PKI

×

Prabowo Sebut Belanda Dalang Peristiwa Madiun, Fadli Zon: Faktanya 1948 dan 1965 yang Berontak PKI

Sebarkan artikel ini
Prabowo PKI
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, usai meninjau Pameran Nasional Kain Tradisional Nusantara di Museum Ranggawarsita, Kota Semarang, Jumat, 9 Mei 2025. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon menanggapi pidato Presiden RI Prabowo Subianto yang menyoroti sejumlah peristiwa sejarah nasional, khususnya tragedi Madiun atau Pemberontakan PKI pada 1948.

Prabowo menyebutkan tragedi itu bukan ulah kelompok PKI dan DI/TII, melainkan ulah Belanda.

Di sisi lain, Kementerian Kebudayaan tengah menggarap penulisan ulang sejarah Indonesia yang targetnya rampung pada Agustus 2025 mendatang.

Akankah Peristiwa Madiun 1948 itu akan masuk dalam penulisan ulang sejarah Indonesia pascapidato Prabowo Subianto?

Saat beritajateng.tv jumpai usai meninjau Pameran Nasional Kain Tradisional Nusantara di Museum Ranggawarsita, Kota Semarang, Jumat 9 Mei 2025, Fadli menyebut Partai Komunis Indonesia (PKI) memang melakukan pemberontakan di Madiun pada 1948 silam.

BACA JUGA: Peringati Seabad Pramoedya Ananta Toer di Blora, Menteri Kebudayaan Fadli Zon: Karyanya Mendunia

Dalam kesempatan itu, Fadli menyebut Peristiwa Madiun 1948 dalangnya ialah PKI yang menimbulkan korban dari berbagai kalangan.

“Kita tahu bahwa PKI itu memang memberontak tahun 1948 dan itu yang banyak korban justru tokoh-tokoh kiai dari NU, Gontor, dan juga kepala institusi pemerintah, kepala pengadilan, kepala sekolah. Jadi itu kan fakta,” ucap Fadli.

Lulusan Sastra Rusia Universitas Indonesia (UI) itu menyebut Peristiwa Madiun 1948 tak akan diubah dalam penulisan ulang sejarah Indonesia yang pihaknya garap. Termasuk peristiwa pemberontakan tahun 1965 silam.

“Memang PKI memberontak 48, 65, itu fakta sejarah, itu tidak kita ubah,” tegas Fadli.

Fadli tegaskan penulisan ulang bukan berarti merevisi atau mengubah sejarah Indonesia

Lebih lanjut, Fadli menegaskan penulisan ulang sejarah Indonesia itu tidak mengubah apa yang sudah ada sebelumnya. Melainkan, kata dia, memperbarui peristiwa sejarah yang belum tercatat.

“Jadi bukan mengubah, kita update sejarah kita karena kita sudah lama belum menerbitkan sejarah kita. Ini kebetulan tahun ini 80 tahun Indonesia merdeka, kita terbitkan buku sejarah 80 Tahun Indonesia Merdeka. Ada revisi penambahan dan temuan baru akan kita masukan,” ujar Fadli.

Pihaknya menjelaskan, pembaruan itu berangkat dari buku sejarah Indonesia yang sebelumnya sudah terbit. Fadli mengungkap, penulisan ulang sejarah Indonesia itu melibatkan 100 sejarawan.

“Berangkat dari yang sudah ada seperti Sejarah Nasional Indonesia, dulu terbit 1984. Kemudian tahun 2012 ada Indonesia dalam Arus Sejarah. Ini kita bukan berangkat dari nol. Melibatkan 100 sejarawan profesional di bidangnya,” pungkas Fadli.

BACA JUGA: Penghematan Anggaran Pemerintah, Fadli Zon: Kami di Kementerian Kebudayaan Cari Cara Kreatif Lain

Prabowo sebut dalang Peristiwa Madiun 1948 adalah Belanda bukan PKI

Sebelumnya diberitakan, Presiden Prabowo Subianto menyebut Peristiwa Madiun 1948 didalangi oleh pihak Belanda, bukan kelompok komunis.

Hal itu Prabowo sampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 5 Mei 2025.

Prabowo awalnya membeberkan tantangan global yang saat ini penuh dengan ketidakpastian. Ia menyoroti bagaimana Indonesia selama ini terlalu patuh pada arahan negara-negara besar dan lembaga internasional.

“Kita menjadi the good boy ya kan? Ada negara yang besar adalah negara yang kuat bilang ke kiri ya monggo, bilang ke kanan ya monggo, kita ikut. World Bank kita ikut, IMF kita ikut, globalisasi ya kita ikut,” kata Prabowo.

Prabowo menyebutkan keterlibatan asing, terutama Belanda, sangat kuat dalam berbagai pergolakan yang terjadi di awal kemerdekaan. Selama 28 tahun Indonesia merdeka, menurut dia, tidak pernah berhenti dari campur tangan asing.

Prabowo lantas menyebut tragedi Madiun pada 1948 yang seolah-olah perbuatan komunis. Padahal, menurut dia, hal itu Belanda yang memfasilitasi.

“Peristiwa Madiun seolah-olah itu komunis ternyata yang membawa Muso, Semaun semua itu adalah Belanda, yang fasilitasi Belanda. Belanda kuasai Batavia, semua lapangan terbang dikuasai bagaimana dia bisa sampai Madiun,” ujarnya.

Tak hanya peristiwa Madiun, Prabowo juga menyinggung soal keterlibatan Belanda dalam gerakan DI/TII. Menurutnya, dokumen-dokumen yang ada menunjukkan bahwa tokoh-tokoh seperti Snouck Hurgronje dan jaringan intelijen Belanda turut bermain dalam dinamika pemberontakan tersebut.

“Terus DI/TII, dokumen keluar, bahkan bukan DI/TII, Snouck Hurgronje juga Sandi Yudha intel Belanda,” imbuh Prabowo. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp