BLORA, beritajateng.tv – Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengungkapkan bahwa penghematan anggaran yang pemerintah lakukan berdampak signifikan terhadap Kementerian Kebudayaan.
Menurutnya, anggaran kementeriannya terpangkas hingga 58 persen, yang mengharuskan pihaknya untuk melakukan penyesuaian atau beradaptasi.
BACA JUGA: Peringati Seabad Pramoedya Ananta Toer di Blora, Menteri Kebudayaan Fadli Zon: Karyanya Mendunia
Fadli Zon menyatakan bahwa penghematan ini memaksa Kementerian Kebudayaan untuk terus memutar otak agar program kerja tetap dapat berjalan.
“Kami harus beradaptasi dan mencari cara-cara kreatif untuk menjalankan program yang ada,” ujarnya saat menghadiri kick off peringatan Seabad Pramoedya Ananta Toer di Blora Creative Space, Kamis, 6 Februari 2025. .
BACA JUGA: Kick Off Seabad Pramoedya Ananta Toer di Blora, Mengenang Karya yang Melegenda
Salah satu langkah yang pihaknya ambil ialah menjalin kerja sama dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk menggelar sejumlah event.
Dengan kolaborasi ini, harapannya kegiatan-kegiatan budaya tetap dapat terlaksana meskipun anggaran terbatas.
BACA JUGA: Kenang Satu Abad Pramoedya Ananta Toer, Anak Muda Semarang Hias 100 Topeng dari Koran Bekas
Saat ini, anggaran Kementerian Kebudayaan tersisa sebesar Rp1,3 triliun dari anggaran awal Rp2,3 triliun.
Fadli Zon menegaskan pentingnya efisiensi dan kreativitas dalam pengelolaan anggaran agar tujuan kementerian tetap tercapai.
BACA JUGA: Sebulan Makan Bergizi Gratis di Blora, Siswa Request Menu Ayam Geprek
Menurutnya, penghematan anggaran yang Kementerian Kebudayaan alami pun menjadi tantangan tersendiri.
Dengan strategi adaptasi dan kolaborasi, ia berharap program-program kebudayaan tetap dapat berjalan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





