SEMARANG, beritajateng.tv – Kegiatan Pramuka dinilai masih relevan untuk membantu membentuk karakter anak bangsa di tengah semakin kompleksnya persoalan yang dihadapi remaja.
Pramuka tidak hanya mengajarkan kegiatan di luar ruang, tetapi juga menanamkan kedisiplinan, kemandirian, kepedulian sosial, cinta alam, gotong royong, serta nilai ketakwaan.
Selain itu, pendidikan kepramukaan dapat menjadi pendamping pendidikan formal yang berlangsung di sekolah. Karena itu, kegiatan Pramuka dinilai perlu terus didorong di berbagai jenjang pendidikan.
BACA JUGA: Ratusan Anggota Pramuka Ikut Pesta Siaga di Pantai Karangjahe, Sarana Promosi Wisata Rembang
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Semarang, Hj Nur Arifah, mengatakan lembaga pendidikan perlu kembali memperkuat kegiatan kepramukaan sebagai salah satu kegiatan pendamping bagi siswa.
“Harapan kami seperti itu,” jelasnya usai memimpin Upacara HUT ke-65 Pramuka Tahun 2026 di SMPN 1 Pringapus, Kabupaten Semarang, Jumat, 14 Agustus 2026.
Menurut Nur Arifah, berbagai persoalan yang anak-anak dan remaja hadapi saat ini semakin kompleks. Kondisi tersebut terpengaruhi lingkungan, pergaulan, hingga perkembangan teknologi informasi di era disrupsi.
Situasi itu menjadi tantangan tersendiri dalam membina dan membentuk karakter generasi penerus bangsa.
BACA JUGA: Nadiem Makarim Tak Lagi Wajibkan Ekskul Pramuka di Sekolah, Begini Tanggapan Kepsek di Semarang
Melalui kegiatan Pramuka, anak-anak dapat memperoleh bimbingan sekaligus mengisi waktu dengan berbagai kegiatan positif. Proses tersebut harapannya mampu membentuk generasi yang memiliki karakter kuat dan bertanggung jawab.
“Karena generasi-generasi inilah yang menjadi kebutuhan bangsa dan negara ke depan,” tandas Nur Arifah yang juga menjabat Wakil Bupati Semarang. (*)
Editor: Farah Nazila





