Viral

Profil Pendeta Gilbert Lumoindong, Sosok yang Viral Karena Ledek Zakat dan Salat Islam

×

Profil Pendeta Gilbert Lumoindong, Sosok yang Viral Karena Ledek Zakat dan Salat Islam

Sebarkan artikel ini
pendeta gilbert lumoindong viral
Pendeta Gilbert Lumoindong. (YouTube/Gilbert Lumoindong)

SEMARANG, beritajateng.tv – Nama Pendeta Gilbert Lumoindong kini kembali mencuat usai video kutbahnya viral di media sosial. Pasalnya, di dalam video berdurasi 59 detik itu, ia menyinggung cara ibadah umat Islam.

Video tersebut kemudian memantik emosi warganet di media sosial X hingga menjadi viral.

Dalam video dari akun X bernama @Munir_Timur, Pendeta Gilbert berceramah bak melecehkan Islam dengan menyindir soal zakat dan salat.

Kutbah itu kabarnya berlangsung pada hari Minggu, 14 April 2024.

Pendeta Gilbert ini, dalam video viral tersebut, membandingkan zakat umat Islam yang hanya 2,5 persen, sedangkan umat Kristen 10 persen.

“Saya Islam diajari bersih sebelum sembahyang, cuci semuanya. Saya bilang, lu 2,5 (persen) gua 10 persen, bukan berarti gua jorok, disucikan oleh darah Yesus,” kata Pdt. Gilbert dalam ceramah tersebut.

BACA JUGA: Viral Perselingkuhan Dokter TNI yang Memenjarakan Istrinya, Ini Sosok Lettu Agam

Kemudian ia mengatakan zakat 10 persen itu membuat umatnya tidak perlu repot bergerak dalam ibadah. Sementara, kata Gilbert, umat Islam harus salat karena hanya zakat 2,5 persen. Pdt. Gilbert bahkan memperagakan gerakan mirip salat. “Yang paling berat terakhirnya mesti lipat kaki, nggak semua orang bisa,” katanya.

Lantas, siapa sosok Pendeta Gilbert ini? Berikut informasinya seperti beritajateng.tv lansir dari berbagai sumber.

Sosok Pendeta Gilbert Lumoindong

Dari banyaknya pendeta di Indonesia, Pendeta Gilbert adalah salah satunya yang banyak mendapat sorotan publik.

Gilbert sempat menjadi ketua Gospel Overseas pimpinan John Hartman pada tahun 1993 sampai 1997, dan juga ia sempat menjadi jemaat di Gereja Tiberias Indonesia, sebelum akhirnya ia memisahkan diri dan mendirikan GL Ministry.

Pria yang lahir pada 26 Desember 1966 ini sejak kecil saraf pada otaknya sempat bermasalah hingga dokter memvonis jika kemampuan otaknya akan secara berangsur-angsur menurun.

Hal ini pun membuat orang tuanya mulai aktif mendatangi suatu Persekutuan Doa (PD) untuk memohon doa kepada Tuhan atas kesembuhan anak mereka. Pimpinan dari PD tersebut adalah mendiang Ibu Ev. Slamet dan Bapak Ev. Murti.

Di usia belum genap 10 tahun, Gilbert mengalami kesembuhan dan kemampuan otaknya berkembang secara drastis. Bahkan dia seringkali mendapat predikat sebagai juara kelas dan lulus dari SMA dengan nilai ujian terbaik. Alasan inilah yang akhirnya membuatnya menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan.

BACA JUGA: Ini 3 Fakta Penangkapan Istri Dokter TNI yang Viral

Pada usia 17 tahun, Gilbert mulai aktif sebagai pengkhotbah di beberapa organisasi pemuda Kristen. Ia menyelesaikan pelatihan School of Ministry yang dimiliki oleh Morris Cerullo dan pernah mengikuti kursus Alkitab di GBI Mawar Sharon mendapat pujian dan sambutan positif atas kutbahnya yang luar biasa. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp