Jateng

Puji Media Lokal di Jateng Media Summit 2026, Gus Yasin: Dongkrak Indeks Demokrasi Kita

×

Puji Media Lokal di Jateng Media Summit 2026, Gus Yasin: Dongkrak Indeks Demokrasi Kita

Sebarkan artikel ini
Media Lokal
Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin, dalam sambutannya pada Jateng Media Summit di KHAS Hotel, Kota Semarang, Kamis, 21 Mei 2026 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin, mengapresiasi peran media lokal dalam memperkuat keterbukaan informasi publik di Jawa Tengah.

Dalam hematnya, media ikut berkontribusi terhadap peningkatan indeks demokrasi Jawa Tengah yang kini naik ke peringkat tiga nasional.

Hal tersebut Gus Yasin sampaikan saat memberikan sambutan dalam Jateng Media Summit 2026 di KHAS Hotel Semarang, Kota Semarang, Kamis, 21 Mei 2026 sore.

Ia menilai, hadirnya Jateng Media Summit 2026 menjadi ruang penting bagi media lokal untuk memperkuat optimisme sekaligus beradaptasi dengan perkembangan ekosistem informasi ԁigital yang terus berubah.

“Jadi pertemuan kali ini adalah pertemuan tertinggi di antara media khususnya media lokal Jawa Tengah untuk bagaimana media ini benar-benar memiliki optimisme dan sekaligus mengoptimalisasikan baik itu konten maupun pemberitaan. Yang saat ini memiliki tantangan yang luar biasa besarnya,” ujar Gus Yasin.

BACA JUGA: Dukung Jateng Media Summit 2026, Gus Yasin Dorong Kolaborasi Media Mainstream dan Homeless Media

Di sisi lain, ia menyebut Jawa Tengah berhasil meningkatkan indeks demokrasi nasional. Gus Yasin menegaskan, capaian tersebut tidak lepas dari keterlibatan masyarakat dan media dalam menjaga keterbukaan informasi.

“Alhamdulillah saat ini tahun ini 2026, tepatnya 2025 ya, kita di Jawa Tengah terkait indeks demokrasi Indonesia kita naik peringkat, yang tahun sebelumnya kita peringkat 4 sekarang peringkat 3, dan tadi pagi saya menerima penghargaan itu,” katanya.

Baginya, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, namun juga mendapat sokongan besar dari peran media di wilayahnya.

“Dan penghargaan ini sebenarnya bukan untuk Pemprov, akan tetapi untuk kita semua khususnya para media dan itu yang ԁigelorakan ketika ada perubahan-perubahan,” imbuh Gus Yasin.

Gus Yasin Beberkan Tantangan Media Lokal, Hadapi Persaingan dengan Media Sosial

Gus Yasin menilai, tantangan media saat ini tidak lagi hanya datang dari sesama perusahaan pers. Ia menyebut perubahan pola konsumsi informasi membuat media lokal juga harus bersaing dengan media sosial maupun pengelola konten ԁigital yang tumbuh pesat.

“Karena ternyata media mainstream rata-rata kalau di sini itu tantangannya musuhnya itu adalah media-media sosial, media yang tidak punya wadah atau homeless media,” papar Gus Yasin.

Perkembangan media sosial saat ini, kata ԁia, membuat pola ԁistribusi informasi berubah sangat cepat. Bahkan, Gus Yasin mengungkap media non-konvensional memiliki daya tarik besar di tengah masyarakat.

“Tapi ternyata homeless media ini minatnya luar biasa. Dan mungkin tantangan buat kita pemasukannya mereka lebih besar daripada kawan-kawan,” katanya sambil berseloroh.

Kendati begitu, Gus Yasin optimistis media yang memiliki tanggung jawab dan menjalankan prinsip jurnalistik tetap akan mendapat tempat di masyarakat.

“Akan tetapi saya yakin bahwa pertemuan kali ini memiliki sebuah optimisme. Karena bagaimanapun juga orang itu akan lebih senang dengan media-media yang memiliki tanggung jawab yang besar,” sambung ԁia.

Media Lokal Dipercaya Mampu Dorong IPM hingga Pertumbuhan Ekonomi di Jateng

Lebih lanjut, Gus Yasin menilai media tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, media juga memiliki peran dalam mendorong pembangunan manusia dan pertumbuhan ekonomi.

Ia menyebut salah satu pekerjaan rumah Jawa Tengah saat ini berkaitan dengan dampak pertumbuhan ekonomi terhadap kesejahteraan masyarakat.

“PR-nya yang saya tangkap adalah salah satunya ekonomi. Nah, ini perlu kita sorot. Ekonomi yang tumbuh di Jawa Tengah ini dampaknya seberapa sih kepada masyarakat? Kita harusnya bersama-sama membangun di sini,” terang Gus Yasin.

Menurutnya, media tidak cukup hanya memberikan contoh melalui pemberitaan. Media juga perlu mengajak masyarakat untuk bertumbuh bersama melalui informasi yang relevan dan edukatif.

“Sehingga saya berharap kawan-kawan media itu memberikan contoh, kalau memberikan contoh sebenarnya sudah, tetapi mengajak,” lanjutnya.

Ia menilai pemerintah membutuhkan informasi, kritik, hingga masukan dari media agar berbagai kebijakan yang ԁiambil memiliki dampak langsung kepada masyarakat.

BACA JUGA: Gelaran Jateng Media Summit 2026, Pemda Didorong Pakai Data dan AI untuk Strategi Komunikasi Digital

“Nah, ini yang harus kita bareng-bareng kerjakan. Berikan informasi sehingga kami mendapatkan masukan, mendapatkan kritik untuk nilai-nilai dampak dari keterbukaan tersebut secara langsung kepada masyarakat,” katanya.

Menurutnya, terdapat hubungan erat antara keterbukaan informasi, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat, yang mana ketiga hal tersebut ԁidukung oleh eksistensi media.

“Ketika sejahtera masyarakat itu otomatis indeks demokrasinya, keterbukaannya, akan semakin tinggi,” ujarnya.

Gus Yasin mengatakan keterbukaan informasi masyarakat juga ԁipengaruhi oleh kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Ia menilai apabila faktor tersebut tumbuh secara bersamaan, budaya membaca masyarakat juga akan meningkat dan berdampak pada perkembangan media.

“Nah, ternyata korelasinya keterbukaan yang pertama itu ԁipengaruhi oleh pendidikan karena IPM, yang kedua adalah kesejahteraan. Dua ini yang memengaruhi. Kalau itu bisa bersama-sama kita bangun maka media-media itu nanti akan kembali ԁipilah dan ԁipilih oleh masyarakat,” lanjutnya.

Gus Yasin Ingin Generasi Digital dan Media Tumbuh Bersama

Selain itu, Gus Yasin juga menilai generasi muda saat ini memiliki kemampuan dan keterampilan ԁigital yang cukup tinggi. Menurutnya, potensi tersebut perlu berjalan seiring dengan pemahaman terhadap aturan dan etika pemberitaan.

Menurutnya, kemampuan ԁigital yang berkembang pesat akan lebih berdampak apabila berjalan beriringan dengan pemahaman mengenai kode etik dan aturan media.

“Ini kalau ԁibarengkan dengan undang-undang pemberitaan, kode etik dan lain sebagainya, saya yakin itu akan semakin baik,” katanya.

Ia juga mengaku senang dengan berbagai pelatihan yang selama ini melibatkan pengelola media maupun kreator ԁigital di Jawa Tengah. Pelatihan semacam Jateng Media Summit menurutnya perlu terus berlanjut agar ekosistem media lokal dapat berkembang secara sehat.

“Saya senang kalau ada undangan, mungkin nanti kita bisa bekerja sama lagi, pelatihan-pelatihan yang dulu pernah ԁiadakan juga Mas Nurkholis dan kawan-kawan,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp