Namun saat itu ada yang langsung siswa konsumsi ada yang belum, karena masih ada siswa yang sedang berolahraga. Kebetulan yang mengalami gejala keracunan ini random.
Artinya dari kelas yang berbeda, ada kelas II, III, IV dan kelas V. Jadi tidak semua murid yang terkena gejala pusing, mual dan muntah tersebut.
BACA JUGA: Percepatan dan Pengawasan Program, Satgas MBG Pusat Bakal Segera Berkantor di Jawa Tengah
Terkait hal itu Andreas mengaku belum tahu apakah para murid tersebut mengalami keracunan atau sebab lain. Karena yang bisa mengetahui tentunya dari medis.
“Tetapi beberapa siswa sudah ada yang dibawa ke rumah sakit dan sudah juga sudah ada yang ditangani oleh tim kesehatan puskesmas juga,” tegasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





