“Mereka yang pulang kerja, yang habis narik ojek online, dan masyarakat lainnya ikut membunyikan klakson. Itu menunjukkan bahwa yang merasa kesal bukan hanya mahasiswa, tetapi banyak warga yang merasakan hal yang sama,” ujarnya.
Aksi Kamisan Semarang Dapat Respons dari Berbagai Kalangan Masyarakat
Sementara itu, Presiden BEM Politeknik Negeri Semarang (Polines), Kevin Kurnia Priambodo, menyebut pengendara yang memberikan respons melalui klakson berasal dari latar belakang yang beragam.
“Cukup bervariasi ya. Jadi ada yang dari pengendara mobil juga ada, motor juga ada, ojol, supir taksi. Jadi saya rasa enggak hanya tersempitkan pada kalangan masyarakat rendah atau ekonomi rendah aja ya. Tapi pun saya rasa masyarakat menengah pun saat ini telah menemui jejaknya sebagai menengah rentan. Di mana ekonomi saat ini juga berpengaruh gitu pada masyarakat ekonomi,” katanya.
Menurut Kevin, respons yang muncul menunjukkan keresahan yang ԁirasakan masyarakat cukup luas dan tidak terbatas pada kelompok tertentu.
“Ini memang cukup bervariasi dan kami rasa ini bukan hanya sebatas bualan belaka ya. Memang pada dasarnya semua orang saat ini sedang muak dengan bagaimana pemerintah mengelola pemerintahannya,” ujarnya.
Ia mengaku melihat berbagai jenis kendaraan ikut membunyikan klakson, termasuk mobil pribadi hingga transportasi umum.
“Kayak mungkin Honda HRV, kemudian kayak Avanza tadi juga ada, Fortuner bahkan juga ada,” katanya.
Kevin juga menyebut dukungan datang dari berbagai latar belakang masyarakat yang melintas di lokasi aksi.
BACA JUGA: Jateng Darurat Kebebasan Pers, Jurnalis Semarang Turun ke Jalan Ikut Aksi Kamisan: Lawan Intimidasi!
“Bahkan rakyat Indonesia yang dari etnis ras Tionghoa pun juga ikut klakson. Karena mereka juga bagian dari kita dan mereka juga merasakan dampak dari buruknya kinerja dari pemerintah,” ujarnya.
Selain pengendara mobil dan motor, ia mengatakan sejumlah pengguna transportasi umum hingga pejalan kaki turut memberikan respons.
“BRT juga sempat, becak juga. Bahkan pejogging juga iya, orang yang jalan kaki juga iya,” kata Kevin.





