Gaya Hidup

Ramai Pro-Kontra Mall Pet Friendly, 23 Semarang Siapkan Aturan Baru untuk Pengunjung dan Hewan Peliharaan

×

Ramai Pro-Kontra Mall Pet Friendly, 23 Semarang Siapkan Aturan Baru untuk Pengunjung dan Hewan Peliharaan

Sebarkan artikel ini
Ramai Pro-Kontra Mall Pet Friendly, 23 Semarang Siapkan Aturan Baru untuk Pengunjung dan Hewan Peliharaan
Ilustrasi foto pet friendly di Mall atau pusat perbelanjaan Semarang. (Doc. AI)

SEMARANG, beritajateng.tv – Polemik mengenai konsep pet friendly di 23 Semarang Shopping Center mendapat respons dari manajemen pusat perbelanjaan tersebut.

Setelah menuai beragam tanggapan dari masyarakat, pengelola memastikan konsep ramah hewan peliharaan (pet friendly) tetap 23 Semarang pertahankan dengan sejumlah penyesuaian aturan untuk menjaga kenyamanan pengunjung.

General Manager 23 Semarang Shopping Center, Dian Widiyanti, menjelaskan bahwa konsep pet friendly sebenarnya telah menjadi bagian dari identitas mal sejak pertama kali buka.

Namun tingginya antusiasme masyarakat saat masa soft opening membuat pihak manajemen perlu melakukan evaluasi dan pembenahan.

“Sejak awal kami memang mengusung konsep pet friendly. Namun saat pembukaan kemarin antusiasmenya sangat tinggi sehingga kami harus melakukan evaluasi, terutama terkait kebersihan dan kenyamanan area mall,” kata Dian.

Menurutnya, keputusan membatasi sementara akses hewan peliharaan ke sejumlah area bukan berarti menghapus konsep tersebut.

Langkah itu pihaknya ambil karena manajemen sedang menjalankan proses deep cleaning dan perawatan fasilitas menjelang grand opening.

“Kami sedang melakukan pembersihan menyeluruh dan pemolesan lantai menggunakan bahan tertentu. Kami khawatir jika ada hewan yang bersentuhan dengan material tersebut justru berisiko bagi kesehatan mereka. Karena itu sementara waktu kami melakukan pembatasan,” ujarnya.

BACA JUGA: Mal Baru 23 Semarang Resmi Launching, Dilengkapi Hotel Hyatt Place dan Energi Surya

Dian menegaskan area outdoor seperti Dountown Plaza masih dapat pengunjung manfaat jika ingin membawa hewan peliharaan.

Sementara untuk area dalam gedung akan berlaku aturan yang lebih ketat berdasarkan hasil evaluasi selama masa operasional awal.

Saat ini manajemen telah menetapkan sejumlah syarat bagi pemilik hewan peliharaan atau pawrent.

Di antaranya hewan harus sudah divaksin, bebas kutu dan penyakit menular, menggunakan popok, serta berada di dalam stroller.

Selain itu hanya anjing berukuran kecil dengan berat maksimal 10 kilogram yang diperbolehkan masuk.

“Kami menerima banyak masukan dari masyarakat. Ke depan kemungkinan besar hewan peliharaan yang masuk ke area mall wajib menggunakan stroller. Kami ingin memastikan pengunjung yang membawa hewan maupun yang tidak membawa hewan tetap merasa nyaman,” jelasnya.

Ia juga memastikan area food and beverage di lantai tiga akan menjadi zona yang tidak boleh untuk hewan peliharaan demi menjaga kenyamanan dan kebersihan.

Menurut Dian, keberadaan tenant yang bergerak di bidang layanan hewan peliharaan juga menjadi salah satu pertimbangan.

Selama masa pembatasan, aktivitas tertentu seperti grooming maupun acara edukasi hewan masih dperbolehkan berlangsung di area yang telah mall tentukan.

“Kami tidak menutup akses sepenuhnya. Beberapa kegiatan yang berkaitan dengan layanan hewan tetap berjalan. Tetapi hanya di area tertentu dan dengan pengawasan,” katanya.

Meski menuai pro dan kontra, Dian menilai minat masyarakat terhadap konsep pet friendly cukup tinggi. Namun pihaknya tetap mengedepankan keseimbangan antara kebutuhan pecinta hewan dan kenyamanan pengunjung umum.

“Tujuan kami sebenarnya memberikan ruang bagi para pawrent untuk menikmati fasilitas mal bersama hewan peliharaan mereka. Tetapi kenyamanan seluruh pengunjung tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu pengunjung asal Semarang Barat, Zainatul Sania, mengaku kurang setuju jika hewan peliharaan bisa masuk ke area dalam pusat perbelanjaan.

“Kalau di dalam mall saya kurang setuju karena bisa mengganggu aktivitas pengunjung lain. Apalagi bagi orang yang tidak terlalu suka hewan seperti saya,” ujar Sania.

Meski demikian, ia mendukung jika fasilitas bagi hewan peliharaan berada di area terbuka atau outdoor yang lebih luas.

“Kalau di area luar atau taman menurut saya tidak masalah karena ruangnya terbuka dan lebih nyaman untuk semua pihak,” katanya. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp