Nasional

Raperda Insentif Investasi di Kota Semarang Sedang Digodok

×

Raperda Insentif Investasi di Kota Semarang Sedang Digodok

Sebarkan artikel ini
Raperda Insentif Investasi
Kepala DPMPTSP Kota Semarang Widoyono saat diwawancarai terkait Raperda Insentif Investasi yang kini telah digodok. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Semarang tengah menggodok rancangan peraturan daerah Raperda insentif investasi.

Raperda insentif investasi di perlukan untuk menggaet investor masuk ke ibu kota Provinsi Jawa Tengah.

Kepala DPMPTSP Kota Semarang, Widoyono memaparkan, Raperda ini memuat insentif-insentif yang di berikan Pemerintah Kota Semarang kepada investor baru.

Insentif berupa perizinan pajak daerah dan penurunan retribusi. Selain itu, ada bantuan akses jalan masuk dam penerangan jalan.

Raperda insentif investasi ini juga memuat pendampingan perizinan hingga selesai untuk semua sektor investasi.

“Secara detail ini masih di bahas. Misalnya, bantuan jalan masuk seberapa,” papar Wido, saat Sharing Session DPMPTSP dengan akademisi di Hotel Pandanaran, Kamis (25/5/2023).

Wido berharap, perda bisa di bahas tahun ini sehingga penerapannya bisa mulai tahun depan.

Dalam sharing session kali ini, pihaknya juga mendapat berbagai masukan dari para akademisi, satu di antaranya para akademisi menyarankan adanya stimulan. Insentif invastasi merupakan bagian dari stimulan untuk menggenjot investasi.

Selain stimulan, ada pula masukan terkait penanganan rob dan banjir yang harus diselesaikan, membangun citra baru, dan lainnya.

“Harapannya dengan sharing session dengan akademisi, ada masukan-masukan sektor mana yang bisa di tingkatkan untuk menggenjot investasi,” terangnya.

Raperda Insentif Investasi untuk Tarik Investor

Pemerintah Kota Semarang menargetkan pada tahun bisa memeroleh investasi sebesar Rp 25,6 triliun. Sedangkan pada tahun 2022 lalu, target yang di patok adalah Rp 24 triliun dan terpenuhi hingga 102 persen yakni sebesar Rp 24,6 triliun.

‘’Saat ini baru sekitar 30 persenan dari target yang di tetapkan. Mudah-mudahan tahun ini bisa melampaui target,’’ kata Widoyono.

Karena itulah, lanjut dia, pihaknya berharap mendapat masukan dari akademisi tentang apa yang membuat investor datang, juga sektor apa saja yang berkembang.

‘’Kami dapat banyak masukand ari akademisi, seperti stimulan, penanganan rob banjir, bad images seperti hal yang meskipun tidak benar kalau di beritakan terus menjadi kebenaran, ada juga masukan untuk membuat seperti ILC di Jateng,’’ katanya.

Di Semarang, lanjut dia, investasi yang di anggap seksi saat ini adalah perdagangan barang dan jasa, terutama perdagangan kuliner. Di susul, investasi industri. Hingga Mei 2023, realisasi investasi sudah mencapai sekitar 30 persen atau Rp 8,6 triliun dari target Rp 25,6 triliun.

“Investasi terbaru superblock di pesisir dan hotel berbintang di daerah Gombel,” bebernya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp