Jateng

Ratusan Siswa Keracunan MBG, 2 SPPG Banyumas Disebut Layani Lebih dari 10 Sekolah per Hari

×

Ratusan Siswa Keracunan MBG, 2 SPPG Banyumas Disebut Layani Lebih dari 10 Sekolah per Hari

Sebarkan artikel ini
SPPG Blora
Dua petugas kesehatan dari Puskesmas Ngawen saat melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) di SPPG Ngawen 1 Blora, Senin, 22 September 2025. (Heri/beritajateng.tv)

Kepada mitra program MBG, Luki berharap mereka dapat segera melapor jika alat masak maupun hal lainnya mengalami kerusakan untuk mencegah kejadian serupa.

“Jadi sembari kita libur operasional, dari mitra berusaha melengkapi alat-alat, memperbaiki alat-alat. Dari pihak Kepala SPPG-nya memperbaiki administrasi baik untuk internal SPPG artinya karyawannya dan juga dari supplier,” sambung Luki.

Luki menambahkan, pihaknya bersama Badan Gizi Nasional (BGN) akan memperketat standar higienitas di SPPG. Salah satunya dengan mewajibkan sertifikasi sebelum kembali beroperasi.

“Dari BGN akan melakukan pemeriksaan ya,” terangnya

Usai keracunan, SPPG di Banyumas kebut sertifikasi SLHS

Ia mengungkap, BGN mendorong agar setiap SPPG mengantongi sertifikat higienitas dan sanitasi makanan (SLHS). Saat ini, kata Luki, proses SLHS sudah mulai dikebut.

“Sekarang ini kita sedang mengejar sertifikat untuk penjamah makanan. Kita akan kebut biar semua SPPG bisa mendapatkan sertifikat. Selanjutnya baru mengurus SLHS,” ujarnya.

Proses asesmen dan penerbitan sertifikat akan Dinas Kesehatan setempat lakukan.

“Dinas Kesehatan yang melakukan inspeksi atau penilaian, kemudian nanti terbit sertifikasi. Baru bisa beroperasi lagi SPPG-nya,” tegas Luki.

Ia memastikan kebijakan ini berlaku untuk seluruh SPPG di Banyumas. Saat ini, kata Luki, total ada 64 SPPG yang beroperasi di Kabupaten Banyumas. Dari jumlah itu, Luki memastikan hanya dua yang terindikasi keracunan massal.

“Kita sambil sekarang sudah dalam memproses pembuatan SLHS, karena beberapa SPPG kan sudah penjamah makanan. Tinggal menunggu melengkapi administrasi untuk SLHS,” pungkasnya.

Ada 408 siswa keracunan MBG per Senin, 29 September 2025, Dinkes Banyumas pastikan tak ada yang rawat inap

Sebagai informasi, jumlah pelajar yang keracunan usai menyantap menu makanan makan bergizi gratis (MBG) di Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, bertambah menjadi 408 siswa.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banyumas mencatat ada 115 pelajar dari SD Negeri Pangebatan, SD N 1 Kediri dan TK N Pangebatan yang mengalami keracunan usai menyantap MBG. Tiga sekolah itu berada di Kecamatan Karanglewas.