“Hal ini kami lakukan sementara, karena begitu kami memeriksa, semua murid-murid junior di sana dapat intimidasi tidak boleh bicara,” ujar Budi dalam keterangan resminya pada Kamis, 15 Agustus 2024.
“Itu sebabnya kami berhentikan sementara, supaya penyelidikan ini bisa cepat, bersih, transparan, dan bebas dari intimidasi yang sekarang terjadi,” imbuhnya.
BACA JUGA: Video Mahasiswi Kedokteran Undip Meninggal di Kos, Polisi Temukan Catatan Dugaan Bullying
Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi Wiweko, menambahkan bahwa penghentian program ini bersifat sementara dan akan buka kembali setelah investigasi selesai.
“Upaya ini untuk mengurangi intervensi dari senior atau dosen ke juniornya saat investigasi,” tegas Siti. (*)





