Tak hanya menyentuh konflik personal, pementasan yang menjadi produksi awal Teater Gemati di tahun 2026 ini turut menyelipkan kritik sosial. Termasuk sorotan terhadap perilaku buruk sejumlah pejabat.
BACA JUGA: Tak Sekadar Program, PGRI Jateng Sebut Digitalisasi Pendidikan Butuh Dukungan Fasilitas: Dana BOS Tak Cukup
Teater Gemati sendiri merupakan kelompok seni yang lahir dari komunitas Teater Gema di Semarang sejak 2017. Mereka konsisten menghadirkan karya panggung setiap tahun, di antaranya Pohon Babi (2023), Firasat (2024), serta Tawang dan Sebuah Peristiwa (2025).
Ian menegaskan, kelompoknya akan terus berproses untuk melahirkan karya baru secara berkelanjutan.
“Ke depan, Teater Gemati akan terus berproses untuk melahirkan karya-karya tiap tahunnya,” tuturnya. (*)
Editor: Farah Nazila





