Oleh sebab itu, Pemprov Jawa Tengah memandang fenomena tersebut sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang perlu disikapi secara bijak.
“Dan tidak hanya di Jawa Tengah, termasuk daerah lain,” imbuh Luthfi.
Lebih lanjut, Ahmad Luthfi menilai berbagai tuntutan yang mahasiswa sampaikan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah.
Ia menyebut kritik dari masyarakat merupakan bentuk koreksi yang perlu menjadi perhatian pemerintah dalam menyusun kebijakan ke depan.
“Ini merupakan suatu koreksi dari masyarakat yang perlu kita lakukan antisipasi untuk ke depan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi respons pertama Ahmad Luthfi setelah rangkaian demonstrasi yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir di Kota Semarang.
Absen Tiga Kali, Ahmad Luthfi Buka Peluang Temui Demonstran
Saat ditanya mengenai harapan mahasiswa yang ingin berdialog langsung dengan gubernur, Ahmad Luthfi sempat balik bertanya kepada awak media.
“Ya tanyakan yang demo. Anda yang demo atau Anda yang wawancarai?” tanya Luthfi.
Setelah awak media menjelaskan bahwa pertanyaan tersebut merujuk pada tuntutan massa aksi yang ingin gubernur temui, Ahmad Luthfi kembali mempertanyakan sumber informasi tersebut.
“Kata siapa?” tanya Luthfi singkat.
BACA JUGA: Gubernur Ahmad Luthfi Peringati Hardiknas di SMKN 1 Kedawung Sragen, Inilah Alasannya
Namun setelah dijelaskan bahwa permintaan tersebut disampaikan mahasiswa saat demonstrasi pada Rabu kemarin, Ahmad Luthfi akhirnya memberikan jawaban singkat.
“Ya kita [bakal] temui,” pungkasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





