SEMARANG, beritajateng.tv — Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah, Dolfie Othniel Frederic Palit, bersama jajaran struktural DPD melakukan roadshow konsolidasi di Kabupaten Semarang, Senin, 2 Maret 2026.
Didampingi sejumlah pengurus DPP PDIP, rombongan Ketua DPD PDIP diterima Ketua DPC PDIP Kabupaten Semarang beserta jajaran pengurus dan anggota fraksi di Kantor DPC PDIP setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Dolfie menjelaskan bahwa sesuai AD/ART partai, pasca-kongres memang konsolidasi agendakan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Kami ingin memastikan progres konsolidasi yang berlangsung di Kabupaten Semarang seperti apa,” jelasnya usai kegiatan.
Selain itu, konsolidasi juga bertujuan mengevaluasi sejauh mana program-program kerakyatan yang telah diamanatkan partai dijalankan di daerah. Dolfie menyebutkan, laporan dari Kabupaten Semarang turut tersampaikan, termasuk perkembangan perolehan suara pemilu dan evaluasi kinerja Ketua DPC yang juga menjabat sebagai bupati.
“Arah ke depan juga sudah di sampaikan. Untuk program kerakyatan di Kabupaten Semarang, menurut kami sudah berjalan dengan baik,” tambahnya.
BACA JUGA: Potensi Bencana Kembali Meningkat, PDIP Instruksikan Kader dan Fraksi Turun Bantu Warga Terdampak
DPD PDIP Jawa Tengah berharap komunikasi antara bupati dan fraksi dapat terus di perkuat dan berjalan seiring. Sehingga aspirasi masyarakat dapat tersalurkan secara optimal melalui fraksi dan terwujudkan oleh kepala daerah.
Menurut Dolfie, tidak ada penekanan khusus dalam konsolidasi ini. Namun, mengingat baru satu tahun pasca pemilu, fraksi DPRD dan bupati di minta menunjukkan kinerja nyata kepada masyarakat.
“Ini saatnya membuktikan kerja-kerja baik fraksi maupun bupati kepada rakyat di Kabupaten Semarang,” tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening, menambahkan bahwa arahan Ketua DPD PDIP Jawa Tengah bertujuan memastikan kebijakan partai dari pusat hingga daerah tetap linier.
Untuk itu, struktur partai, legislatif, dan eksekutif perlu terus meningkatkan komunikasi guna menyamakan persepsi. Dengan demikian, keberpihakan terhadap rakyat dapat berjalan seiring.
“Selama ini sudah berjalan, hanya perlu penyamaan persepsi agar semakin solid,” ujarnya.
BACA JUGA: Rayakan HUT ke-53, PDIP Kabupaten Semarang Gelar Tasyakuran Bersama Anak-Anak Panti Asuhan
Terkait penyesuaian sejumlah program akibat efisiensi anggaran, Bondan menilai dampaknya tidak terlalu signifikan. Hal ini karena langkah tersebut telah lebih dulu terlaksana di Kabupaten Semarang.
Ia juga menyebutkan, sejumlah program kerakyatan yang masih menjadi perhatian utama meliputi sektor pendidikan dan kesehatan, selain infrastruktur serta penurunan angka kemiskinan.
“Kami di minta untuk lebih fokus pada bidang pendidikan dan kesehatan, di samping infrastruktur dan pengentasan kemiskinan,” pungkasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





