Gaya Hidup

Rumah Billiard di Semarang Lagi Ngetren! Ini Cara Mereka Ubah Stigma Negatif

×

Rumah Billiard di Semarang Lagi Ngetren! Ini Cara Mereka Ubah Stigma Negatif

Sebarkan artikel ini
simple billiards
Salah satu pengunjung Simple Billiards. (IG @simple.billiards)

SEMARANG, beritajateng.tv – Billiard sekarang sedang hype dan menjadi tren di Kota Semarang. Tak hanya sekadar permainan biasa, bermain bola billiard seolah menjadi gaya hidup bagi masyarakat modern.

Tua, muda, wanita, laki-laki, menjadi pemandangan umum saat bermain bola billiard. Keberadaan rumah-rumah billiard pun ikut menjamur.

Hingga saat ini, lebih dari belasan rumah billiard ada di Kota Semarang. Mulai dari yang berusia puluhan tahun, hingga yang baru muncul akhir-akhir ini.

Terbaru misalnya ada Simple Billiards di Jalan Menteri Supeno, Mugassari, Kecamatan Semarang Selatan yang baru resmi beroperasi pada Januari 2024. Meski belum genap setahun, tapi saat ini Simple Billiards tengah menyiapkan cabang ketiganya.

BACA JUGA: Lur, Masih Ingat Plasa Billiard? Tempat Bermain Bola Sodok Berusia Puluhan Tahun di Semarang

Staff Simple Billiards Chapter 01, Nico menyebut, pihaknya mencoba memanfaatkan tren billiard semaksimal mungkin. Untuk di Simple Billiards Chapter 01 saja, mereka menyediakan sekitar 60 meja.

Belum lagi Simple Billiards Chapter 02 di Kecamatan Banyumanik, dan Simple Billiards Chapter 03 di BSB City, Kecamatan Mijen yang segera resmi beroperasi.

“Kita lihat market Semarang sudah mulai hype sama billiard, responsnya excited (senang) karena mungkin mereka antusias dengan adanya tempat billiard yang modern,” ucapnya saat beritajateng.tv temui, Senin, 10 Juni 2024.

Tak hanya rumah billiard anyar, rumah billiard legendaris berusia puluhan tahun pun menikmati tren ini. Plasa Billiard misalnya.

Ninik, pengelola Plasa Billiard menyebut, kenaikan pengunjung terjadi sejak akhir 2021 hingga akhir 2023. Saat itu, pengunjung harus waiting list demi bisa bermain bola sodok.

“Karena stigma billiard sekarang udah nggak kaya dulu, kalau dulu hiburan aja, kalau sekarang lebih ke olahraga ketangkasan, sehingga orang masuk rumah billiar nyaman nggak perlu malu-malu,” katanya.

Upaya hapus kesan negatif ‘kotor’ tempat billiard

Lebih lanjut, Nico dan Ninik mengakui jika rumah billiard masih lekat dengan kesan negatif sebagai tempat hiburan malam. Hal itulah yang sedang mereka usahakan berubah.

“Kita sebenarnya mencoba menghilangkan presepsi orang-orang jaman dulu soal rumah biliar, dulu mikirnya tempat kotor, tempat, minum, judi, segala macam,” kata Nico.

Meski memiliki cafe and bar, Simple Billiards berkomitmen untuk tidak menjual minuman beralkohol dan bir. Pengunjung pun tidak boleh membawa makanan dan minuman apapun dari luar.

Begitu pula di Plasa Billiard. Mereka tidak menjual minuman beralkohol. Bahkan, Plasa Billiard menyediakan tempat ibadah mushola.

“Kalau dulu ke rumah billiard mungkin malu-malu, kalau sekarang udah nyaman karena udah hal biasa,” kata Ninik.

BACA JUGA: Gabungkan Cafe dan Burjo, Warkop Gelora Hadirkan Sensasi Nongkrong Kekinian dengan Harga Terjangkau

Keduanya pun berharap, tren bermain bola billiard dapat bertahan lama. Syukur-syukur bisa menjadi gaya hidup masyarakat untuk refreshing selepas penatnya beraktivitas seharian.

“Menjamurnya rumah billiard untuk support olahraga billiard lebih berkembang. Kita bersyukur olahraga billiard sekarang jadi ter-spotlight,” tandas Nico. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp