SEMARANG, beritajateng.tv – Tim Gabungan Panwascam menertibkan 1.241 Alat Peraga Kampanye (APK) yang melanggar ketentuan di Flyover Jatingaleh, Candisari, Semarang.
Tim gabungan yang terdiri dari Panwaslu Kecamatan Banyumanik, Tembalang, Candisari, beserta Panwaslu Kelurahan, Polsek, dan Trantib setempat.
Penertiban berlangsung atas hasil koordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang.
Sebanyak 1.241 APK itu telah melanggar Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2023 tentang Kampanye Pemilu. Serta Peraturan Walikota Nomor 65 Tahun 2018, dan Keputusan KPU Kota Semarang Nomor 626 Tahun 2023.
BACA JUGA: Bawaslu Kota Semarang Gelar Pelatihan Saksi Partai Politik Pemilu 2024
Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman mengatakan pihaknya banyak menemukan pemasangan APK yang menyalahi ketentuan. Khususnya APK di area flyover Jatingaleh Semarang.
APK di Flyover Jatingaleh Bahayakan Pengguna Jalan
“Kami mengimbau kepada parpol untuk tidak lagi mengulangi pemasangan bendera parpol di area flyover Jatingaleh,” katanya.
Selain mengganggu keindahan kota, lanjutnya, APK juga berpotensi membahayakan pengguna jalan bila tongkat atau tiang jatuh melintang ke jalan. “Hal ini bisa mengakibatkan kecelakaan lalu lintas mengingat area tersebut padat berkendara roda 4 maupun roda 2,” ungkap Arief.
Arief menyebutkan 1.241 APK yang pihaknya tertibkan terdiri dari hasil penertiban oleh Panwaslu Kecamatan Banyumanik sebanyak 594 APK. Serta Panwaslu Kecamatan Candisari sebanyak 192 APK, dan Panwaslu Kecamatan Tembalang sebanyak 455 APK.
APK yang melanggar berasal dari Partai Gerindra sebanyak 345 APK, Partai Solidaritas Indonesia sebanyak 300 APK. Dari PDI P sebanyak 151 APK, PKS sebanyak 97 APK, Golkar sebanyak 101 APK, dan Gelora sebanyak 96 APK.
Ia menerangkan, hasil penertiban APK yang melanggar aturan kemudian pihaknya simpan di gudang penyimpanan Kecamatan. Nantinya partai politik peserta Pemilu dapat menghubungi Panwaslu Kecamatan setempat terkait APK yang Bawaslu tertibkan.




