SEMARANG, beritajateng.tv – Tepat pada Sabtu 11 April 2026 Kapsul orion yang membawa tim Artemis II kini melakukan spalshdown di Samudra Pasifik.
Sebuah rekaman video kini beredar di berbagai sosial media membuat banyak warganet ikut bangga menyaksikan keberhasilan mereka.
Keempat astronot Artemis II ini berhasil kembali ke bumi usai menyelesaikan misinya mengorbit bulan dengan waktu kurang lebih 10 hari lamanya.
Sesampainya mereka di bumi, tentu saja tim evakuasi segera bergerak cepat menjemput para astronot tersebut dengan menggunakan helikopter.
Usai menjemput keempat astronot tersebut, maka mereka langsung menuju kapal induk USS John P Murtha.
Misi Artemis II ini terbilang sebuah rekor yang cukup fantastis karena mencetak jarak terjauh yang manusia tempuh dari bumi.
Bahkan rekor tersebut melampaui Apollo 13 pada tahun 1970 ketika melakukan flyby di sisi gelap bulan.
Aksi tersebut juga terakui langsung oleh Administrator NASA Jared Isaacman yang menyebutkan bahwasanya keberhasilan tersebut merupakan sejarah penting bagi manusia.
Christina Koch Anggota Artemis II
Menariknya, netizen menyoroti keberadaan Christina Koch sosok perempuan dalam keempat astronot yang bergabung di misi Artemis II. Pasalnya, ia adalah perempuan pertama yang berhasil kelilingi bulan lewat misi tersebut.
Mengutip dari berbagai sumber, Christina Koch lahir di Amerika Serikat dan memang sudah tertarik dengan duia sains sejak masih kecil.
Untuk menggapai mimpinya tersebut dalam menembus dunia antariksa, ia menempuh pendidikan teknik elektro dan fisika.
Pendidikan tersebut tentu saja sebagai salah satu fondasi dalam menggapai cita-citanya yang begitu mencintai dunia sains.
BACA JUGA: Film Bioskop Pelangi di Mars: Sinopsis, Daftar Pemain hingga Jadwal Tayang
Fakta mengejutkan, ternyata sebelum pergi ke luar angkasa, ia sempat bekerja di Antartika hingga Alaska. Di tempat tersebut, ia menghadapi sebuah dingin ekstrem yang mengharuskan isolasi panjang.
Siapa sangka, kehidupan yang pernah ia jalani ternyata sebagai bentuk latihan mental karena kehidupan di luar angkasa terbilang mirip dengan cuaca ekstrem yang serupa.
Tak hanya membentuk mental saja, tetapi juga mampu mengasah kemampuannya dalam menghadapi tekanan dan menyelesaikan masalah di saat sumber daya terbatas.
Bagaimana, apakah kamu juga tertarik pergi ke luar angkasa? yuk ikuti terus beritajateng.tv untuk mengetahui informasi menarik lainnya. (*)





