Nasional

Sambut Libur Nataru, Ini Tarif Tol Jakarta-Semarang Terbaru, Golongan 1 Total Tak Sampai Rp500 Ribu

×

Sambut Libur Nataru, Ini Tarif Tol Jakarta-Semarang Terbaru, Golongan 1 Total Tak Sampai Rp500 Ribu

Sebarkan artikel ini
arus balik Lebaran 2026 | One Way Tol | diskon tol | Tarif Tol Semarang-Solo | Tol Jakarta-Semarang | Tol Libur | Tol Trans Jawa
Ilustrasi jalan tol. (Foto: Freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Menyongsong musim liburan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru), besar kemungkinan terjadi lonjakan arus kendaraan yang melewati jalan tol Jakarta-Semarang, bagian penting dari jaringan Tol Trans Jawa.

Saat ini, total tarif untuk kendaraan golongan 1, seperti sedan, jip, dan bus kecil, di ruas Jakarta-Semarang berkisar Rp 415.000.

Rute perjalanan dari Jakarta ke Semarang melibatkan beberapa segmen tol: Jakarta-Cikampek, Cikopo-Palimanan, Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Batang-Semarang, dan Semarang ABC.

Masing-masing gerbang tol memiliki tarifnya sendiri, oleh karena itu penting bagi pemudik untuk memahami rinciannya guna mengisi saldo uang elektronik atau kartu tol dengan tepat.

BACA JUGA: Tol Solo-Yogyakarta Bakal Beroperasi Fungsional Selama Libur Nataru, Ini Jadwal Bukanya

Rincian tarif tol tol Jakarta-Semarang untuk kendaraan golongan 1

Guna mempermudah perencanaan perjalanan, berikut rincian tarif tol untuk kendaraan golongan 1, seperti sedan, jip, pick up/truk kecil, dan bus:

  • Tarif Tol Dalam Kota Jakarta: Rp10.500
  • Tarif Tol Jakarta-Cikampek (Japek): Rp20.000
  • Tarif Tol Cikopo-Palimanan (Cipali): Rp119.000
  • Tarif Tol Palimanan-Kanci (Palikanci): Rp 13.500
  • Tarif Tol Kanci-Pejagan: Rp29.500
  • Tarif Tol Pejagan-Pemalang: Rp60.000
  • Tarif Tol Pemalang-Batang: Rp46.000
  • Tarif Tol Batang-Semarang: Rp111.500
  • Tarif Tol Semarang ABC: Rp5.000
  • Total Tarif Tol dari Jakarta ke Semarang: Rp 415.000

BACA JUGA: Dinas Perhubungan Jateng Batasi Kendaraan Angkutan Barang Masuk Ruas Tol Jelang Nataru, Begini Aturannya

Lebih lanjut, Kepala Bagian Operasi Korlantas Polri, Kombes Eddy Djunaedi, menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas pada masa Nataru yakni berdasarkan analisis mendalam.

Hal itu mencakup pemanfaatan Volume Capacity Ratio (VCR) untuk membandingkan jumlah kendaraan dengan kapasitas jalan, memastikan penerapan skema lalu lintas seperti sistem buka tutup atau contra flow berjalan secara efisien.

“Kami akan melakukan perhitungan terkait Volume Capacity Ratio, suatu metode untuk membandingkan antara jumlah kendaraan dengan kapasitas jalan,” ujarKombes Eddy, Minggu, 16 Desember 2023.