SEMARANG, beritajateng.tv – Home Sweet Loan salah satu film terbaru di bioskop Indonesia yang bakal tayang di bioskop. Film ini menghadirkan sebuah kisah yang begitu relate dengan Sandwich Generation.
Kisahnya bermula dari seorang anak bungsu bernama Kaluna yang bekerja menjadi anak kantoran. Ia rela banting tulang dan bekerja sungguh-sungguh demi mewujudkan keinginannya untuk membeli rumah.
Bukan sembarang kisah biasa yang menceritakan tentang kehidupan seseorang. Tetapi film ini memiliki banyak pesan moral yang begitu mendidik untuk kamu saksikan di bioskop.
BACA JUGA: Kapan Film Bila Esok Ibu Tiada Tayang di Bioskop? Catat Yuk Tanggalnya
Berikut akan beritajateng.tv bagikan beberapa pesan moral dalam film tersebut. Namun sebelum itu, simak terlebih dahulu bagaimana sinopsis dari film yang satu ini.
Sinopsis Film Home Sweet Loan
Empat sahabat yang sudah saling mengenal sejak masa SMA kini bekerja di perusahaan yang sama, namun nasib mereka berbeda-beda. Pada usia 31 tahun, mereka masing-masing berjuang untuk memiliki rumah impian yang setidaknya berada di pinggiran Kota Jakarta.
Kaluna adalah anak bungsu dari tiga bersaudara, dengan kakak-kakaknya yang cukup toxic. Ia juga sudah lelah tinggal di rumah yang harus bersama dengan tiga kepala keluarga yang berbeda.
Kaluna berusaha mencari tempat tinggal bersama ketiga sahabatnya. Salah satunya adalah Tanisha, seorang ibu dengan satu anak yang menjalani pernikahan jarak jauh dengan suaminya.
Ternyata, memiliki uang saja tidaklah cukup. Sebagai calon pembeli, Kaluna harus teliti dalam mempertimbangkan berbagai aspek seperti lokasi, dokumen, dan administrasi lainnya. Rumah dengan harga terjangkau di daerah ibu kota tentunya perlu diperiksa lebih mendalam, karena bisa jadi IMB atau SHM-nya tidak lengkap.
Membeli apartemen juga tidak kalah rumit dibandingkan membeli rumah. Kaluna harus melakukan pengecekan menyeluruh mengenai pengembang, penyedia jasa, serta potensi masalah lain yang mungkin muncul. Intinya, Kaluna harus memastikan bahwa tempat tinggal yang ia pilih benar-benar nyaman dan aman.
Selama Kaluna berusaha mewujudkan rumah impiannya, ia menghadapi berbagai masalah. Mulai dari konflik dengan kekasihnya, Mas Hansa, yang menuntut Kaluna untuk berpenampilan sesuai dengan status sosialnya.
Selain itu, ada pula masalah utang keluarganya. Semua masalah ini membuat Kaluna merasa bahwa menjadi rakyat biasa saja sudah cukup membuat kepalanya pusing.
BACA JUGA: Siap Tayang Hari Ini di Bioskop! Begini Review Film Berjudul Cinta dari Timor
Pesan Moral
Dari berbagai masalah yang dihadapi oleh para tokoh dalam novel Home Sweet Loan, kita bisa belajar banyak hal. Salah satunya adalah pentingnya hidup sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan pribadi tanpa mengutamakan gengsi.
Kita juga perlu selalu mempertimbangkan berbagai aspek, terutama keuangan. Meskipun uang bukanlah segalanya, faktanya uang mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan kita.
Oleh karena itu, penting untuk menerapkan kebiasaan menabung yang telah diajarkan sejak kecil, karena menabung adalah hal sederhana yang bisa memberikan dampak besar.
Menikah tanpa mempertimbangkan kemampuan diri, termasuk merencanakan keuangan dan kehidupan di masa depan, berarti menciptakan masalah bagi diri sendiri, pasangan, dan keluarga besar. Menikah merupakan langkah besar yang memerlukan persiapan matang sebelum diambil. (*)





