Jateng

Satu Korban Pesawat ATR 42-500 asal Karanganyar, Sampel DNA Keluarga Diambil untuk Identifikasi

×

Satu Korban Pesawat ATR 42-500 asal Karanganyar, Sampel DNA Keluarga Diambil untuk Identifikasi

Sebarkan artikel ini
polda jateng
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto saat dijumpai di Mapolda Jawa Tengah, Kota Semarang, Senin, 19 Januari 2026 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Polda Jawa Tengah memastikan proses identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 asal Jawa Tengah berlangsung secara ilmiah dan akurat melalui pemeriksaan DNA keluarga inti korban.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, menyampaikan pihaknya telah menurunkan tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk mengambil sampel DNA keluarga almarhum Hariadi, korban kecelakaan pesawat yang berasal dari Karanganyar, Jawa Tengah.

“Kami dari Polda Jawa Tengah menyampaikan duka mendalam kepada keluarga almarhum Hariadi. Kami telah menurunkan tim DVI untuk mengambil sampel darah dan buccal swab dari ayah serta adik kandung almarhum. Ini merupakan prosedur standar internasional dari DVI,” ujar Artanto saat beritajateng.tv jumpai di kantornya, Senin, 19 Januari 2026 sore.

Artanto menegaskan, pengambilan sampel DNA itu bertujuan memastikan jenazah yang nantinya diserahkan kepada keluarga benar-benar telah terverifikasi secara ilmiah.

“Kami memastikan bahwa jenazah yang akan diberikan kepada keluarga almarhum ini sudah terverifikasi secara akurat sesuai kecocokan DNA. Hal ini harus betul-betul tepat,” tegasnya.

BACA JUGA: Polda Jateng Akui Kasus Kematian Iwan Budi Masih Jadi PR: Sulit, Alat Bukti Belum Mengarah ke Pelaku

Ia menyebut, proses identifikasi membutuhkan waktu karena harus melalui tahapan pemeriksaan laboratorium.

“Kami mohon bantuan doanya supaya proses identifikasi ini berjalan lancar. Untuk pemeriksaan laboratorium DNA, kemungkinan membutuhkan waktu beberapa hari,” katanya.

Artanto menjelaskan, pengambilan sampel DNA berlangsung di Kabupaten Karanganyar karena keluarga inti korban berada di wilayah tersebut. Adapun sampel tersebut meliputi darah dan buccal swab atau usap mukosa mulut dari ayah dan adik kandung almarhum.

“Pengambilan DNA berlangsung di Karanganyar, karena keluarga inti dan keluarga besar almarhum berada di sana. Sampel yang di ambil adalah darah dari ayah, darah dari adik kandung, serta buccal swab dari mulut,” jelas Artanto.

Selain sampel DNA, kata Artanto, tim DVI juga mengumpulkan data pendukung lain berupa data antemortem.