SEMARANG, beritajateng.tv – Soegijapranata Catholic University (SCU) kembali menyelenggarakan wisuda untuk 363 lulusan periode IV Tahun 2024, pada Sabtu, 14 Desember 2024 besok. Para lulusan ini berasal dari 1 program Doktor, 7 program Magister, 1 program Gelar Ganda, 12 program Sarana, dan 1 program Diploma.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni (AKA) SCU, Prof. Bertha Bekti Retnawati, S.E., M.Si., mengatakan, ada yang menarik pada wisuda periode ini. Mayoritas wisudawan kali ini adalah mereka yang masuk pada tahun ajaran 2020, atau kerap disebut Angkatan Covid-19.
Meski begitu, hal itu tidak mempengaruhi proses pembelajaran hingga kelulusan esok. Rata-rata wisudawan menyelesaikan masa studinya selama 4 tahun dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) luar biasa.
BACA JUGA: Kerja Sama dengan Danacita, SCU Tegaskan Pinjol Jadi Alternatif Terakhir
“Sebagian besar adalah angkatan [pandemi] Covid-19. Tapi kami tetap bersyukur punya mahasiswa yang punya segala macam warna. Ini anugerah bagi SCU. Memunculkan hal-hal unik dan memancarkan keanekaragaman SCU,” ungkap Prof. Bertha saat konferensi pers, Jumat, 13 Desember 2024.
Selain itu, pada prosesi wisuda esok hari, SCU juga akan memberikan penghormatan kepada salah satu mahasiswa Psikologi yang meninggal dunia sebelum prosesi wisuda berlangsung.
Menurut Bertha, hal itu sebagai langkah apresiasi kepada mahasiswa sekaligus penerapan salah satu budaya SCU, cura personalis. Nantinya, keluarga akan dipersilahkan hadir untuk menerima ijazah mendiang.
“Kami sangat ingin memberikan kebahagiaan, yang tidak bisa ditukar, tapi semoga bisa membuat mereka lebih kuat. Ini bentuk apresiasi sekaligus cura personalis,” bebernya.
Kisah mahasiwa SCU yang hendak wisuda: Pandemi bawa banyak hal positif
Lebih lanjut, salah satu wisudawan Program Doktor Ilmu Lingkungan (PDIL), Rm. Norbertus Labu, mengaku sangat terharu bisa menyelesaikan studi S3 nya di SCU. Apalagi, ia juga menempuh S-2 di SCU.
“Meski kuliah kebanyakan online tapi saya sangat menikmati. Buat saya, studi adalah rekreasi, sesuatu yang menyenangkan,” akunya.
Sebagai seorang yang lahir dan besar di Nusa Tenggara Timur (NTT), Norbertus memiliki kedekatan tersendiri dengan sosok Soegijapranata. Ia mengagumi nilai-nilai yang diusung oleh Soegijapranata.
Selain itu, studi PDIL juga sangat cocok dengan kecintaannya terhadap lingkungan maupun sesama manusia.
“Kuliah ilmu lingkungan sesuatu yang luar biasa karena saya bisa menggali banyak hal. Ini panggilan kemanusian buat saya, merawat bumi dan mencintai bumi. Karena merawat bumi saya sedang mencintai generasi yang akan datang,” sambungnya.
BACA JUGA: Gedung Butterworth Roboh, Dosen Arsitektur SCU: Maksimalkan Pemanfaatan Bangunan Tua di Kota Lama
Sementara itu, wisudawan program studi Manajemen, Stephanie Alfianto, juga merasakan hal yang sama. Selama kuliah masih berlangsung online, ia mencoba hal baru yang kemudian membawanya berprestasi hingga saat ini. Hal baru itu yakni berkuda.
“Awalnya coba-coba karena Covid-19 enggak ada kegiatan, kuliah slow juga, jadi untuk mengisi kegiatan akhirnya rutin berkuda,” tuturnya.
Sejak saat itu, Stephanie rutin mengikuti dan menjuarai berbagai macam kejuaraan tingkat nasional. Antara lain mulai dari 1st Place Show Jumping 60 cm Open Kejuaraan Berkuda Tahun 2022, 1st Place Show Jumping 30-50 cm Open Kejuaraan Berkuda Tahun 2023, dan 1st Place Dressage Walk Trot Open Kejuaraan Berkuda Tahun 2024.
“Manajemen dan kuda sebenarnya tidak ada hubungannya. Akan tetapi siapa tahu ilmu-ilmu manajemen di masa depan bisa terpakai membuka persewaan kuda,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





