Pendidikan

Memasuki Tahun Ajaran Baru, Sekolah di Blora Minim Murid! Ada Apakah?

×

Memasuki Tahun Ajaran Baru, Sekolah di Blora Minim Murid! Ada Apakah?

Sebarkan artikel ini
SDN 4 Banjarejo
Potret SDN 4 Banjarejo yang minim peserta didik. (Foto: Heri/beritajateng.tv).

Menurutnya, sebenarnya secara total untuk kelas 1 tahun ini ada 11 siswa. Selain dua siswa yang masuk dapodik juga ada sembilan lainnya sehingga total 11.

“Yang usia sekolah enam siswa. Dan yang lima siswa kategori titipan. Kami kategorikan titipan karena di sini gak ada TK dan PAUD. Jadi tidak bisa masuk dapodik karena umur kurang,” imbuhnya.

Dari enam siswa itu, kemudian dirinci. Dua siswa yang sudah masuk Dapodik, karena siswa tahun lalu. Kemudian, tiga siswa sebenarnya juga siswa tahun lalu yang dikategorikan juga titipan.

Dan kemudian dimasukkan kelas satu lagi tahun ini. Sementara satu adalah siswa hasil PPDB tahun ini.

“Yang lima lainnya dapat tahun ini namun masuk titipan karena belum cukup umur. Sesuai dapodik usia anak sekolah harus lebih dari enam tahun. Namun lima ini tetap diikutkan SD agar bisa mengikuti pelajaran,” tambahnya.

Kepala sekolah yang sudah 13 tahun mengabdi di SDN 4 Banjarejo itu menyebut jika ditotal jumlah siswa di sekolah tersebut ada 37. Kemudian bertambah dengan titipan, sehingga total 42.

“Rata-rata per kelas gak sampai 10. Hanya 4, 6 sampai 7 saja,” katanya.

Faktor Minimnya Peserta Didik

Menurutnya ada beberapa faktor yang menyebabkan situasi itu terjadi. Pertama karena faktor populasi. Di Dukuh Banyuurip itu jumlah KK hanya 150. Itu pun terdiri dari usia muda dan tua.

Berikutnya adalah faktor geografis. Secara geografis, lokasi dukuh tersebut terisolir di tengah hutan. Jauh dengan daerah lain. Bahkan dengan dukuhan terdekat berjarak 7 kilometer.

“Akses keluar jauh. Dari dukuh luar ke sini juga jauh,” tuturnya.

Menurutnya, kondisi tersebut juga terjadi di SDN 5 Banjarejo yang terletak di dukuhan sebelah. Tepatnya di Dukuh Temetes.

SDN 4 Banjarejo dan SDN 5 Banjarejo sama-sama kurang dari 60 siswa. Akhirnya, kedua sekolah itu dua tahun lalu hendak di-regrouping.