“Hal itu informasinya harus kita lakukan pendalaman. Kami sampai dengan saat ini hanya monitoring lewat medsos dan belum ada laporan orang yang merasa dirugikan terhadap info tersebut. Tentunya kami tetap monitoring dan menerima masukan dari masyarakat apabila ada info tersebut,” pungkasnya.
Berawal dari video pendek viral di media sosial
Sebelumnya, sebuah video berdurasi 1 menit 30 detik memperlihatkan dua pria dewasa terlibat aksi tarik-menarik terhadap seorang remaja yang diperkirakan berusia belasan tahun.
Pria itu bernama Zainal Abidin Petir yang merupakan kuasa hukum dari Gamma Rizkynata Oktavandy (GRO), siswa SMKN 4 Semarang yang meninggal dunia dalam kasus penembakan oleh oknum anggota Satresnarkoba Polrestabes Semarang.
Oknum tersebut kini telah menjalani proses hukum sebagai terdakwa.
Sementara pria lainnya dalam video tampak berbadan gempal, berambut mohawk, dan mengenakan pakaian serba hitam. Adapun remaja yang terlibat dalam insiden tersebut ternyata adalah V, saksi ahli dalam kasus penembakan yang menyebabkan tewasnya Gamma, salah satu dari tiga pelajar SMKN 4 yang menjadi korban.
Insiden tarik-menarik itu terjadi di depan Pengadilan Negeri (PN) Semarang pada Selasa, 1 Juli 2025 kemarin. Saat itu, saksi V hadir untuk memberikan keterangan dalam persidangan kasus penembakan tersebut.
Dalam sebuah wawancara, Zainal Petir menjelaskan bahwa insiden itu terjadi saat ia hendak mendampingi saksi V untuk memberikan keterangan dalam persidangan kasus penembakan dengan terdakwa Aipda Robig.
Menurutnya, saksi V sudah tiba di depan gerbang Pengadilan Negeri (PN) Semarang dan kemudian Zainal jemput, setelah mendapat telepon dari orang tua V.
Namun, saat hendak mengantar saksi ke ruang sidang, seorang pria menghalanginya. Adapun dugaan kuat, pria tersebut merupakan sosok dalam video viral yang beredar.





