SEMARANG, beritajateng.tv – Toko serba ada (toserba) legendaris di Kota Semarang, Tong Hien, resmi menutup operasional tokonya per 31 Januari 2024, kemarin.
Kepergian toko yang telah berdiri sejak tahun 1952 ini tentu menyisakan kesedihan tersendiri bagi banyak masyarakat Kota Lumpia. Pasalnya, banyak pihak yang masih menyimpan memori manis dengan toko yang berada di Jalan Sultan Agung Nomor 61, Gajahmungkur, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang.
Salah satu warga asli Semarang, Rahma, mengungkapkan bahwa ia memiliki banyak kenangan semasa kecil dengan Toko Tong Hien. Dulu, ia sering merengek meminta es krim saat menemani sang ibu berbelanja kebutuhan sehari-hari.
“Pas kecil aku sering banget ikut ibu ke Tong Hien. Gantinya aku pasti minta dibeliin es krim, walau kadang harus nangis dulu,” akunya kepada beritajateng.tv, Kamis, 1 Februari 2024.
Toko Tong Hien memang menjadi rujukan warga Semarang untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Sebab, harga di toko tersebut terbilang murah daripada supermarket lainnya.
BACA JUGA: Toko Sembako Legendaris di Semarang ‘Tong Hien’ Tutup Operasional, Ternyata Ini Alasannya
Meski sempat terbakar pada 2015 silam, namun Toko Tong Hien mampu kembali bangkit setahun setelahnya. Sayangnya, seiring berkembangnya zaman dan meroketnya tren berbelanja melalui e-commerce, popularitas Toko Tong Hien perlahan memudar.
Kini, sedikit masyarakat Semarang yang masih berbelanja di Toko Tong Hien. Saking sepinya, mereka terlihat seperti pepatah terkenal, ‘mati segan hidup tak mau’.
Akhirnya, bulan Januari kemarin adalah bulan terakhir operasional Toko Tong Hien. Menurut keterangan yang beredar, bangunan yang mereka tempati itu harus mulai dikosongkan pada bulan Februari.
Toko Tong Hien primadona pengusaha pada masanya
Sayangnya, pemilik Toko Tong Hien yaitu Awe Sugiarto tidak bisa beritajateng.tv temui. Menurut keterangan salah seorang pegawai, bosnya masih terlalu sibuk mengurus keperluan penutupan.
“Maaf, belum bisa ditemui karena sedang sibuk. Kami harus segera angkat kaki dari tempat ini,” katanya.
Sementara itu, seorang juru parkir bernama Wardi bisa dibilang menjadi saksi masa kejayaan Toko Tong Hien. Telah bekerja sejak 1979, Wardi seakan melihat bagaimana runtuhnya kejayaan Toko Tong Hien.
Menurutnya, periode tahun 1980 sampai 2000-an adalah masa keemasan Toko Tong Hien. Bahkan, kata dia, kondisi saat itu bisa terbilang ramai layaknya supermarket modern saat ini.
“Dulu yang beli orang-orang berada. Pengusaha-pengusaha sampai Jenderal,” katanya.
Namun demikian, dengan tutupnya Toko Tong Hien ini, Wardi mengaku merasa sedih. Bisa dibilang, sebagian dari perjalanan hidupnya berada di toko ini.
“Agak sedih juga. Saya bisa nyekolahkan anak saya sampai kuliah ya gara-gara di sini (Toko Tong Hien),” pungkasnya.(*)
Editor: Farah Nazila





