Pendidikan

Selain Kejar Paket, Gangster di Semarang juga Bakal Dicarikan Kerja

×

Selain Kejar Paket, Gangster di Semarang juga Bakal Dicarikan Kerja

Sebarkan artikel ini
bambang pramusinto Anak Putus Sekolah Semarang
Kepala Disdik Kota Semarang, Bambang Pramusinto, saat ditemui di kantornya, Jumat, 19 Juni 2024. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bakal mewadahi anggota gangster yang putus sekolah. Mulai dari kembali melanjutkan pendidikan, ujian kejar paket, hingga dicarikan pekerjaan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bambang Pramusinto. Bambang menyebut, banyak anggota gangster yang masih berada di usia sekolah tapi putus sekolah.

Menurutnya, faktor anak putus sekolah beragam. Jika mereka memang sudah tidak berminat melanjutkan sekolah, Bambang tak menutup kemungkinan untuk membantu anggota gangster dalam mencari pekerjaan.

“Anak-anak tidak sekolah faktornya apa kita data. Apakah mereka butuhnya sekolah atau pekerjaan. Kalau mereka pengen kerja kita undang disnaker (Dinas Tenaga Kerja),” katanya saat beritajateng.tv hubungi, Selasa, 24 September 2024.

Alasan remaja jadi anggota gangster

Bambang memandang, remaja bisa menjadi anggota gangster lantaran tidak memiliki kesibukan seperti sekolah maupun bekerja. Keluangan waktu itu yang kemudian membuat mereka melakukan aksi-aksi kriminalitas.

BACA JUGA:Awas Kreak! Ini Daftar Gangster yang Berkeliaran di Kota Semarang Beserta Daerah Markasnya

Sehingga, lanjutnya, memberikan pekerjaan kepada anggota gangster bisa menjadi salah satu solusi untuk mengurangi angka kejahatan oleh kelompok gangster.

“Pokoknya kita harus buat mereka sibuk, entah sekolah entah bekerja. Kalau kita buat mereka sibuk dengan sekolah atau pekerjaan, intensitas mereka untuk melakukan kriminalitas berkurang,” tutur Bambang.

Bantu biaya pendidikan gangster

Dalam konferensi pers di Polrestabes Semarang beberapa waktu yang lalu, terungkap kebanyakan anggota gangster masih berusia remaja. Di antaranya merupakan pelajar SMA dan SMP yang putus sekolah.

Bambang pun mengusulkan, agar anggota gangster yang putus sekolah untuk kembali melanjutkan sekolah atau melakukan ujian kejar paket B. Pihaknya mengaku siap untuk membantu jika kendala biaya yang menjadi persoalan.

“Kalau mereka mengundurkan diri dari sekolah SMP swasta karena biaya itu nanti bisa kita bantu, tapi kalau dia anak SMP negeri mengundurkan diri, nah itu perlu kita cek, mengapa kok mengundurkan diri, karena kebijakan Dinas Pendidikan sekolah tidak boleh mengeluarkan peserta didik,” tandasnya.

Sementara itu, terpisah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah turut merespons maraknya anggota gangster yang masih berada di usia sekolah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berencana untuk kembali mengoptimalkan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di sekolah.

BACA JUGA: Meresahkan, 12 Daerah di Kota Semarang Ini Zona Merah Rawan Gangster, Hati-hati Saat Malam Hari!

Hal itu guna mewadahi siswa untuk terus berkegiatan positif di sekolah.

“TPPK akan kami optimalkan lagi agar mereka mengekpresikan kegiatan-kegiatan positif bagi anak-anak. Sehingga ide-ide hebat siswa itu bisa diwujudkan dalam berbagai macam kegiatan positif di sekolah,” kata Plt Kepala Cabdin Wilayah 1 (Kota Semarang dan Kabupaten Semarang), Sunarto usai menghadiri FGD di Polrestabes Semarang, Jumat, 20 September 2024 kemarin. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp